433 Jamaah Umroh Asal Palembang Tetap Berangkat

Kamis , 27 Feb 2020, 17:59 WIB Redaktur : Andi Nur Aminah
Suasana Masjidil Haram yang dipadati jamaah umrah dari berbagai negara, Makkah, Senin (24/2) lalu. Pemerintah Arab Saudi menghentikan jamaah umrah memasuki wilayah negaranya untuk menghindari penyebaran virus covid-19.
Suasana Masjidil Haram yang dipadati jamaah umrah dari berbagai negara, Makkah, Senin (24/2) lalu. Pemerintah Arab Saudi menghentikan jamaah umrah memasuki wilayah negaranya untuk menghindari penyebaran virus covid-19.

IHRAM.CO.ID, PALEMBANG -- 433 jamaah umroh asal Kota Palembang tetap berangkat menuju Jeddah, Arab Saudi. Meski penangguhan ibadah umrah telah diterbitkan Kedutaan Besar Republik Indonesia Riyadh.

 

Jamaah umrah berangkat dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menggunakan Charter Flight maskapai Lion Air JT-112 (Airbus-330) di Palembang, Kamis pukul 15.46 WIB. "Kami sudah dapat izin (clearence) dari Airnav sehingga bisa terbang direct dan akan mendarat di Jeddah pukul 21.10 waktu setempat," kata Area Manager Lion Air, Haris Pramono ditemui di Bandara SMB II Palembang.

Terkait

Menurut dia 433 jamaah umrah yang berangkat tersebut berasal dari empat agen perjalanan. Pesawat sendiri di charter oleh PT Megawisata Palembang yang sebenarnya mendarat di Kota Madinah, namun terdapat kendala pendaratan sehingga dialihkan ke Jeddah.

Baca Juga

Pihaknya mengaku telah menerima edaran terkait larangan umrah dari Kementerian Perhubungan Arab Saudi. Salah satu poinnya bahwa Arab Saudi menangguhkan semua kedatangan penduduk luar baik umrah maupun turis yang pernah berkunjung ke Iran dan negara yang mendeklarasikan temuan positif COVID-19. "Selain dari Palembang, jamaah umrah dari Makassar dan Soekarno Hatta juga sudah berangkat ke Arab Saudi hari ini menggunakan Lion Air," tambahnya.

Sementara pemilik agen perjalanan PT Megawisata, Salwaty, mengemukakan pesawat memang harus berangkat karena pesawat juga harus menjemput jamaah umrah yang habis masa tinggalnya di Arab Saudi dan mesti pulang ke Tanah Air.

"Kalau ada larangan terbang nanti agen umrah bisa banyak ruginya, apalagi kami sebagai pemesan jasa pesawat harus menjemput jamaah kami yang sudah selesai umrah, kalau tidak dijemput nanti siapa yang urus mereka di sana?," terang Salwaty.

Ia juga menyebut bahwa sebagian besar jamaah umrah yang belum berangkat mulai risau karena sudah melakukan pembukuan. "Apalagi umrah merupakan ibadah, tentulah jamaah merasa takut. Tetapi kami yakinkan kepada jamaah bahwa umrah adalah ibadah, jika memang dipanggil pasti berangkat," ujar Salwaty.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini