Lembah Asafan, Jalur Perlintasan Para Nabi untuk Berhaji

Selasa , 31 Mar 2020, 18:15 WIB Redaktur : Nashih Nashrullah
Para nabi dan rasul melintasi Lembah Asafan untuk berangkat haji. Ilustrasi Padang Pasir
Para nabi dan rasul melintasi Lembah Asafan untuk berangkat haji. Ilustrasi Padang Pasir

REPUBLIKA.CO.ID, Ada salah satu tempat yang sering menjadi perlintasan para nabi dan rasul itu. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tempat yang menjadi perlintasan para nabi dan rasul itu adalah Wadi Usfan.

 

Terkait

Ibnu Katsir dalam kitabnya Qishash al-Anbiyaa` (Kisah para Nabi-nabi), mengutip hadis dengan sanad yang sahih dan diriwayatkan Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai, serta Imam Ahmad bin Hanbali dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Abu Bakar, saat melintasi lembah (wadi) Usfan (Asafan).

Baca Juga

“Wahai Abu Bakar, lembah apakah ini?” 

Abu Bakar menjawab; Lembah Usfan. Rasul SAW bersabda, (Nabi) Hud dan Saleh AS pernah melewati (melintasi) lembah ini di atas unta merah yang tali kendalinya terbuat dari serabut. Pakaian mereka berupa jubah, baju luarnya terbuat dari bulu yang bergaris-garis. Mereka mengucapkan talbiyah dan melaksanakan ibadah haji di Baitul ‘Atiq (ka’bah).

Riwayat lain menyebutkan, tempat tersebut juga dilintasi  Nabi Nuh, Hud, dan Ibrahim. Ibnu Katsir menjelaskan, hadis yang menyebutkan lembah tersebut dilewati Nabi Nuh, Hud, dan Ibrahim ini, sanadnya lemah (dhaif). 

Dalam kitab Mu’jam al-Buldan (Kumpulan Negeri-negeri) karya Hamawi al-Yaquti, sebagaimana dikutip Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam kitabnya Athlas Tarikh al-Anbiyaa` wa ar-Rusul (Atlas Sejarah Nabi dan Rasul), lembah atau Wadi Usfan ini pernah dilewati oleh sedikitnya sekitar 70 orang nabi dan rasul. 

Sebagaimana diketahui, dalam salah satu sabdanya, Rasul SAW pernah mengatakan bahwa jumlah Nabi yang diutus oleh Allah SWT sebanyak 124 ribu orang, sedangkan rasul berjumlah 313 orang. 

Demikian disebutkan Syekh Ahmad Marzuqy dalam kitabnya Aqidah al-Awwam yang juga dikutip Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi al-Bantani dalam Nur Az-Zhalam (Cahaya dalam Kegelapan).  

Syauqi Abu Khalil dalam kitabnya Athlas Hadits menjelaskan, lembah Asafan atau Wadi Usfan ini terletak sekitar 80 kilometer dari Makkah ke arah Madinah.

Dalam sebuah riwayat dari Rasulullah SAW disebutkan, ada 70 nabi yang melewati jalan (Wadi Usfan). Jalan ini terdiri atas 13 marhalah hingga sampai ke daerah al-Musaijid, as-Sayyalah, dan Madinah Nabawiyah.

Bila dari Makkah menuju Madinah, maka letak Wadi Usfan berada di antara Hudaibiyahj dan Faidah. Sedangkan dari Madinah menuju Makkah, lokasinya berada setelah al-Musaijid, Badar, al-Muraisi, dan Khulaish.

Di sebut dengan Wadi Usfan yang berarti lembah yang ada di padang pasir dan tanpa petunjuk jalan. Secara bahasa, Usfan berasal dari kata ‘asafa al-mafazah yang berarti dia tersesat di padang pasir. Maksudnya, dia melalui padang pasir itu tanpa petunjuk dan tujuan.  Bila tak berhati-hati, besar kemungkinan akan tersesat.

Lokasi ini di namakan Usfan karena daerah tersebut ada aliran air di dalamnya tidak beraturan. Ia terletak di antara al-Juhfah dan Makkah Al-Mukarramah. 

Para nabi dan rasul yang melintasi lembah ini, mempergunakan arah tersebut sebagai jalan perlintasan saja. Karena lokasinya yang terletak di antara Makkah dan Madinah, maka Wadi Usfan menjadi tempat para nabi untuk menuju atau keluar Makkah. Tujuan ke Makkah adalah dalam rangka melaksanakan ibadah haji.  

Wadi Usfan juga menjadi perlintasan Nabi Ibrahim AS, saat mengantarkan Hajar dan Ismail dari Palestina ke Makkah, sebelum perintah mendirikan Ka’bah. Lalu, saat datang perintah untuk membangun Ka’bah dan melaksanakan ibadah haji, Ibrahim kembali melewati lokasi tersebut.  

Wadi Usfan menjadi tempat perlintasan dan hijrahnya para nabi dan rasul yang diutus Allah di wilayah Jazirah Arabia. Sebagaimana diketahui, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa banyak nabi yang diutus Allah di wilayah Jazirah Arabia, khususnya di tanah Hijaz (seputar Makkah, Madinah, Jeddah, Yaman, Suriah, dan Palestina). 

Menurut Sami al-Maghluts, mengutip hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Hibban, dari 25 nabi yang diutus Allah, terdapat enam orang yang diutus di wilayah Jazirah Arabia. Mereka adalah Adam, Hud, Saleh, Ismail, Syuaib, dan Nabi Muhammad SAW, tiga orang di wilayah Kinanah (Mesir), yakni Yusuf, Musa, dan Harun.

Sedangkan nabi yang diutus di wilayah Irak berjumlah empat orang, yakni Idris, Nuh, Ibrahim, dan Yunus. Adapun 12 orang nabi lainnya diutus di wilayah Suriah (Syam) dan Palestina. Mereka adalah Luth, Ishaq, Ya’kub, Ayub, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Zakaria, Yahya, dan Isa Alaihim as-Salam.  

  

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini