14 Zulqaidah 1441

Suara Imam Masjid Al Aqsa Menggema Seantero Yerusalem

Sabtu , 25 Apr 2020, 03:08 WIB Reporter :Amri Amrullah/ Redaktur : Nur Aini
Karyawan Kotamadya Yerusalem membersihkan lorong di sebelah Gerbang Lions yang mengarah ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Senin (23/3). Otoritas Muslim (Waqf) mengumumkan bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa, atau kuil di gunung , akan ditutup untuk para jamaah dan masyarakat mulai dari 23 Maret sebagai tanggapan atas
Karyawan Kotamadya Yerusalem membersihkan lorong di sebelah Gerbang Lions yang mengarah ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Senin (23/3). Otoritas Muslim (Waqf) mengumumkan bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa, atau kuil di gunung , akan ditutup untuk para jamaah dan masyarakat mulai dari 23 Maret sebagai tanggapan atas

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Masjid Al Alqsa di Yerusalem, Palestina ikut menerapkan pencegahan Covid-19. Seorang imam yang berdiri di atas mimbar 18 kaki di Masjid Al-Aqsa yang nyaris kosong memimpin shalat Jumat pertama Ramadhan di Yerusalem, Jumat (24/4).

Baca Juga

Suara Imam mulai dari khotbah hingga bacaan sholat bergema di Masjid Al Aqsa yang kosong tanpa jamaah hingga ke seantero kota Yerusalem. Suasana itu jarang terjadi dalam sejarah perjalanan Masjid Al Aqsa, yang juga situs suci ketiga umat Islam ini.

"Kami meminta Tuhan untuk mengampuni kita dan semua umat manusia dan menyelamatkan kita dari pandemi yang mematikan ini, " kata imam Masjid Al Aqsa dilansir dari Reuters, Jumat (24/4).

Pada tahun-tahun normal selama Ramadhan, umat Islam sholat berjamaah dengan berkumpul hingga puluhan ribu orang. Jamaah membludak sampai pelataran halaman masjid yang dikelilingi pepohonan yang terletak di jantung Kota Tua Yerusalem. Area Masjid Al Aqsa dikenal oleh orang Muslim sebagai al-Haram al-Sharif, dan bagi orang Yahudi dikenal sebagai Mount of Temple (Kuil Gunung).

Namun tahun ini kompleks Haram Al Sharif seluas 35 hektare di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Kubah Emas kosong tanpa jamaah. Hanya segelintir kecil umat yang beribadah, berdiri dalam shaf yang pendek, saat sholat berjamaah.

Bukan hanya di area muslim, beberapa are Kota Tua Yerusalem di kawasan Tembok Ratapan Yahudi juga mengalami hal serupa. Hanya 10 orang - maksimum yang diizinkan oleh otoritas Israel - berdoa di luar Gerbang Lion menghadap Bukit Zaitun.

Dalam catatan pemerintah Israel, telah dilaporkan hampir 15.000 kasus virus corona dengan 193 kematian. Di Palestina, sekitar 350 kasus virus corona telah dikonfirmasi, dengan dua kematian.

Pada bulan Maret, otoritas Muslim menutup gerbang untuk para jamaah karena epidemi virus corona, dan ini telah diperpanjang sepanjang Ramadhan. Otoritas Yahudi dan Kristen telah memberlakukan tindakan pencegahan serupa di situs suci mereka, termasuk Tembok Barat dan Gereja Makam Suci.

 

widget->kurs();?>