9 Syawwal 1441

Kronologi Lahirnya Tiga Karya Agung Imam Syafi'i

Kamis , 21 May 2020, 18:18 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Kronologi Lahirnya Tiga Karya Agung Imam Syafi'i. (Ilustrasi)
Kronologi Lahirnya Tiga Karya Agung Imam Syafi'i. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Imam Syafi'i merupakan mujtahid yang mansyur di seluruh dunia termasuk Indonesia yang para ulamanya masih mengajarkan hasil ijtihadnya yang terkodifikasi dalam beberapa kitab unggulan. Beberapa kitab karya ulama yang tumbuh di Negeri Ghazza ini di antaranya Kitab Al-Hujjah, Al-Umm, Ar-Risalah dan banyak lagi karya-karya agung lainnya yang ditulis Imam Syafi'i .

Kitab-kitab yang ditulis Imam Syafi'i merupakan sebuah jawaban terkait persoalan yang ditanyakan kepadanya. Ustaz Teuku Khairul Fazli, Lc dalam bukunya "Ushul Fiqih Mazhab Syafi’i" menyampaikan bagaimana kronologi kitab-kitab yang ditulis oleh Imam Syafi'i.

Misalnya kitab Al-Hujjah merupakan kitab yang memuat qaul qadimnya Imam Asy-Syafi’i (fatwa beliau ketika  berada di baghdad). Kitab ini beliau ajarkan kepada beberapa muribnya yang berada di Iraq seperti: Az-Za`farani dan Al-Karabisi.

"Kronologi penulisan kitab Al-Hujjah ini adalah pada suatu hari beberapa ahli hadis berkunjung ke Imam Asy-Syafi’i dan meminta kepada beliau menulis  sebuah kitab untuk membantah kitab Abu Hanifah yang notabanenya ahli ra`yi. Imam Asy-Syafi’i berkata, ”Saya tidak mengetahui  pendapat mereka sebelum saya membaca langsung kitab tersebut."

Setelah mengatakan bahwa ia belum membaca kitab yang disoalkan, kemudian para ahli hadis itu memberikan kepada beliau kitab yang di tulis oleh Muhammad Hasan As-Syaibani. Beliau berkata, ”Saya mengkaji kitab tersebut selama satu tahun sampai saya hafal, kemudian baru saya tulis kitab Al-Hujjah."

Kronologi penulisan Kitab Al-Umm. Secara bahasa, Al-Umm berarti ibu dan memang Imam Asy-Syafi’i bermaksud menulis Al-Umm ini sebagai kitab induk yang menjelaskan secara terperinci tentang ilmu fiqih. 

Ustaz Teuku Khairul mengatakan, dalam kitab ini, sebelum melangkah lebih jauh mengupas bab-bab khusus masalah-masalah fiqih, Imam Asy-Syafi’i kembali meneguhkan metode sebagai pemikir Islam.  "Beliau menganggap Al-Umm adalah hasil akhir penelitiannya selama mengembara ke berbagai tempat," katanya.

Kitab Al-Umm sebanyak lima jilid ini sampai sekarang telah menjadi sumber otentik mazhab Asy-Syafi’i yang utama. Bahkan salah satu muridnya, Al-Muzani meringkas kitab tersebut yang dikenal sebagai kitab Mukhtashar Al-Muzani.

Menurut Ustaz Teuku Khairul komposisi pasal atau bab-bab dalam kitab Al-Umm itu agak mirip dengan kitab-kitab fiqih lainnya, mulai dari bab Thaharah (bersuci), persyaratan air dalam berwudhu, tata cara berwudhu dan hal-hal yang membatalkannya, tata cara mandi junub, tayammum, masalah bagi wanita haid danseterusnya hingga bab-bab lainnya. "Sebanyak 128 masalah hukum dibahas dalam Al-Umm," katanya.

Dalam kitab Al-Umm, kata Ustaz Teuku Khairul, Imam Syafi'i, banyak mengupas masalah-masalah hadis fiqih yang kemudian diikuti dengan pendapatnya sendiri. Selain itu dalam Al-Umm, Imam Asy-Syafi’ijuga menyajikan berbagai pendapat di dalam mazhab-mazhab. 

"Sebagai contoh, kitab ini berisi topik-topik seperti perbedaan antara Ali dan Ibnu Masud r.a., ketidak sesuaian antara Imam Asy-Syafi’i dan Imam Malik dan penolakan Muhammad al-Syaibani terhadap sejumlah doktrin mazhab Madinah, perselisihan di antara Abû Yusuf dan Ibnu Abi Laila," katanya.

Kronologi penulisan Kitab Ar-Risālah. 

Ustaz Teuku Khairul mengatakan, dahulu kitab ini tidak bernama Ar-Risalah. Dr. Ahmad Muhammad asy-Syakir penyunting kitab Ar-Risalah dalam pengantarnya mengatakan bahwa Imam Asy-Syafi’i tidak menamakan kitabnya Ar-Risalah melainkan dengan nama Al-Kitab.

Berkali-kali dalam karyanya, Imam Asy-Syafi’imenyebut-nyebut kata al-Kitab, entah itu kata kitabî, atau kitâbunâ. Demikian juga dalam kitab Al-Umm, 

Imam Asy-Syafi’i selalu menisbatkan karya pertamanya itu dengan kata Al-Kitab. "Kitab Ar-Risalah adalah karyamonumental Imam Asy-Syafi’i yang dikenal sebagai kitab pertama dalam Ushul Fiqih, didalamnya banyak membahas rumusan-rumusan yang berkaitan dengan ilmu hadis," katanya.

Kitab ini kata Ustaz Teuku Khairul merupakan karya Imam Asy-Syafi’i atas permintaan Abdurrahman bin Mahdi yang berkaitan dengan penjelasan makna-makna Alquran, dan menghimpun beberapa khabar, ijma dan penjelasan tentang nasikh dan mansukh dalam Alquran dan sunnah.

"Selain itu juga atas dorongan dari Ali bin al-Madani agar Imam Asy-Syafi’i memenuhi permintaan Abdurrahman bin al-Mahdi,"katanya.

Atas permintaan dan dorongan itulah, kata Teuku Khairul, Imam Asy-Syafi’i menulis kitab Ar-Risālah ini. Katanya, menurut pendapat yang unggul dan dipilih oleh Ahmad Muhammad Syakir, kitab Ar-Risālah ini ditulis oleh Imam Asy-Syafi’i pada saat beliau berada di Makkah.

"Menurut Fakhrurrazi dalam Manāqib Asy-Syāfii, kitab Ar-Risālah ini ditulis pada saat Imam Asy-Syafi’i berada di Baghdad," katanya.

Meskipun belum dapat dipastikan dimanakah Imam Asy-Syafi’i menulis kitab ini, keduanya sama-sama memuat pengetahuan yang luas. Muhammad Abu Zahrah (w. 1394 H/1974 M.) ahli hukum Islam berkebangsaan Mesir,menyatakan buku itu (Ar-Risālah) disusun ketika Imam Syafi'i berada di Baghdad, sedangkan Abdurrahman bin Mahdi ketika itu berada di Makkah. 

"Imam Syafi'i menyebut bukunya dengan al-Kitāb(Kitab atau Buku) atau Kitabī (Kitabku), yang kemudian lebih dikenal dengan "Ar-Risālah" yang  berarti "sepucuk surat." karena buku itu merupakan surat Imam Syafi'i kepada Abdurrahman bin Mahdi," kata Ustaz Teuku.

Kitab Ar-Risālah yang pertama ia susun dikenal dengan Ar-Risālah al-Qadīmah (Risalah Lama). Dinamakan demikian, katanya, karena di dalamnya termuat buah-buah pikiran Imam Syafi'i sebelum pindah ke Mesir. 

"Jumhur ulama Ushul Fiqih sepakat menyatakan bahwa kitab Ar-Risālah karya Imam Syafi'i ini merupakan kitab pertama yang memuat masalah-masalah ushul fiqih secara lengkap dan sistematis," katanya.

 

widget->kurs();?>