17 Zulqaidah 1441

Penanganan WNI di Asrama Haji Pondok Gede Sesuai Protokol

Jumat , 29 May 2020, 12:59 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Suasana Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta, Rabu (13/5/2020). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menyetujui penggunaan Asrama Haji Pondok Gede dan Bekasi untuk isolasi para pekerja migran, pelajar, dan jemaah tabligh akbar yang baru pulang dari luar negeri
Suasana Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta, Rabu (13/5/2020). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menyetujui penggunaan Asrama Haji Pondok Gede dan Bekasi untuk isolasi para pekerja migran, pelajar, dan jemaah tabligh akbar yang baru pulang dari luar negeri

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Dasrul El Hakim, menampik kabar yang menyebutkan bahwa WNI yang baru datang dari luar negeri dan dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede tidak mendapatkan makan dan fasilitas tempat tidur yang layak. Menurutnya, info yang beredar itu datang dari hanya segelintir orang.

"Itu tidak benar. Makan difasilitasi oleh pihak TNI dan kamar tidur juga layak digunakan," kata Dasrul melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Jumat (29/5).

Ia mengatakan, bahwa penanganan para WNI yang dikarantina ini dijalankan sesuai protokol kesehatan yang ditangani oleh bagian kesehatan. Ia menuturkan, tempat karantina di asrama haji Pondok Gede ini diberlakukan tiga klaster, yaitu zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Zona merah merupakan gedung bagi WNI/PMI yang dikarantina.

Sementara zona kuning atau zona screening adalah area untuk orang-orang yang akan masuk ke zona merah dan dijaga oleh TNI. Sedangkan zona hijau adalah tempat di mana para petugas beraktivitas, baik itu TNI, KKP dan karyawan asrama haji.

Hal senada ditegaskan oleh pimpinan yang bertugas di Asrama Haji Pondok Gede dari pihak TNI, Dandim 0505/TM Jaktim Kolonel Inf M Mahfud As at. Ia mengatakan, tidak ada antri selama 9 jam saat pemeriksaan passpor di bandara. Selain itu, menurutnya, para WNI tersebut juga mendapatkan fasilitas tempat tidur yang baik serta makanan yang cukup. Ia menuturkan, makan diberikan 3 kali sehari, di antaranya pagi pada pukul 06.00, siang pukul 12.00, dan malam pukul 18.00. Mereka juga diberi asupan tambahan vitamin.

"Pesan yang beredar sepertinya hoaks dan menjelekkan. Kita berusaha maksimal melayani WNI yang kembali ke tanah air untuk berjumpa dengan keluarganya. 949 yang sudah kembali ke kampung halaman, 3-5 orang yang komplain wajar," kata Mahfud, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id.

Makanan yang diberikan kepada WNI yang dikarantina pun telah melewati pemeriksaan. Mahfud mengatakan, Tim Food Safety BBTKLPP Jakarta melakukan pemeriksaan sampel makanan yang diberikan kepada mereka yang dikarantina. Sementara anggota TNI membantu membantu WNI atau masyarakat yang kembali ke tanah air. Salah satunya dalam penyediaan fasilitas tempat tidur, pembersihan dan penggantian sprei.

"944 bahagia ketemu keluarga di kampung bagi saya sudah cukup membantu WNI untuk pulang dan saat ini kita terima di Asrama Haji sebelum pulang kampung," tambahnya.

 

widget->kurs();?>