11 Zulqaidah 1441

Memetakan Kematian Orang Kulit Hitam oleh Polisi di AS

Kamis , 04 Jun 2020, 01:20 WIB Reporter :Fergi Nadira/ Redaktur : Agus Yulianto
Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd oleh polisi di Oakland, California, Amerika Serikat.
Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd oleh polisi di Oakland, California, Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, MINNEAPOLIS -- Kematian pria kulit hitam Afrika-Amerika George Floyd dilutut perwira polisi Minneapolis, Derek Chauvin menandakan sikap kesewenang-wenangan polisi terhadap ras berbeda terutama di Amerika Serikat (AS). Menurut kelompok penelitian dan advokasi, Pemetaan kekerasan polisi, antara 2013 hingga 2019 sudah ada 7.666 kematian di tangan polisi Amerika.

25 Mei 2020 merupakan hari pemicu di mana Floyd (46 tahun) meninggal di tangan polisi bahkan ketika dia tak bersenjata. Kematiannya pun mendorong ribuan pengunjuk rasa seantero dunia melakukan aksi unjuk rasa damai dan banyak yang juga berakhir ricuh menuntut keadilan dan mengakhiri kekerasan polisi.

Jumlah pembunuhan polisi di AS secara tidak propesional mempengaruhi orang Afrika-Amerika. Meskipun hanya merupakan 13 persen dari populasi AS, orang kulit hitam Amerika dua setengah kali lebih mungkin dibunuh oleh orang kulit putih Amerika oleh polisi.

Dilansir Aljazirah, sebanyak 50 negara bagian AS menduduki kematian orang kulit hitam di tangan polisi. Tidak mengherankan, tiga negara bagian terbesar Amerika yakni California, Texas dan Florida memiliki jumlah total pembunuhan orang kulit hitam tertinggi oleh petugas polisi.

Setelah angka-angka ini disesuaikan dengan ukuran populasi dan demografi, hampir di setiap negara bagian, orang Afrika-Amerika menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi dibunuh oleh petugas polisi daripada orang kulit putih Amerika. Seperti di Utah, orang Afrika-Amerika hanya terdiri dari 1,06 persen dari populasi, namun mereka menyumbang 10 persen dari pembunuhan polisi selama tujuh tahun terakhir. Angka ini tingkat yang tidak proporsional 9,21 kali.

Sementara di Minnesota, orang kulit hitam Amerika hampir empat kali lebih mungkin terbunuh oleh penegak hukum, dengan korban kulit hitam berjumlah 20 persen dari mereka yang terbunuh, meskipun hanya terdiri dari 5 persen dari keseluruhan populasi.

CNBC mencatat, tahun lalu lebih dari 1.000 orang terbunuh oleh polisi, Orang kulit hitam menyumbang 24 persen dari mereka yang tewas meski keberadaan orang kulit hitam di AS hanya 13 persen dari jumlah populasi.

Para ilmuwan telah berjuang untuk mempelajari apakah bias rasial secara langsung bertanggung jawab atas pembunuhan orang kulit hitam yang tidak proporsional ini. Mengingat data yang terbatas tentang ras mereka yang sering dihubungi oleh polisi.

Pemetaan kekerasan polisi mengatakan bahwa pihaknya mampu melacak lebih dari 90 persen pembunuhan di AS, mendefinisikan pembunuhan polisi ketika seseorang meninggal karena ditembak, dipukuli, ditahan, sengaja dipukul oleh kendaraan polisi, semprotan merica disemprot, tasered, atau dilukai oleh petugas polisi, baik sedang bertugas atau tidak bertugas.

 

widget->kurs();?>