14 Zulqaidah 1441

Tingkat Infeksi Covid-19 Arab Saudi Fluktuatif

Senin , 29 Jun 2020, 14:23 WIB Reporter :Zainur Mahsir Ramadhan/ Redaktur : Ani Nursalikah
Tingkat Infeksi Covid-19 Arab Saudi Fluktuatif. Ilustrasi
Tingkat Infeksi Covid-19 Arab Saudi Fluktuatif. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Otoritas Kesehatan Arab Saudi menyatakan, tingkat infeksi Covid-19 kembali berfluktuasi sepekan usai pencabutan jam malam. Hal itu juga ditegaskan Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan kurva infeksi kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga

Dia menambahkan, tingkat infeksi atau nomor R, saat ini ada di kisaran 1 dan 1,5 dan berfluktiasi. Dia mengatakan jika tingkat infeksi terus melebihi satu, dipastikan infeksi akan menyebar secara eksponensial.

"Setiap wilayah disarankan (oleh para ahli) untuk menjaga nilai di bawah satu agar infeksi perlahan-lahan mati," ujar dia seperti dikutip Arab News, Senin (29/6).

Dia menambahkan, meski ada 68 persen kasus Covid-19 yang pulih dari wabah itu, ancaman belum berakhir. Namun demikian, ia mengumumkan ada peningkatan pemulihan baru sekitar 2.627 orang dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya kini menjadi 124.755 orang.

Tetapi, jumlah infeksi baru dalam 24 jam terakhir nyatanya masih lebih banyak. Dilaporkan dalam 24 jam terakhir ada sekitar 3.989 kasus baru secara nasional, yang artinya total infeksi di Kerajaan mencapai 182.493 orang. Jumlah itu juga termasuk 40 orang lainnya yang dilaporkan meninggal dalam 24 jam terakhir. Hal ini menjadikan total kematian menjadi 1.551 orang.

Dia melanjutkan, dari keseluruhan total pasien, ada 56.187 kasus aktif, dengan 2.277 orang dalam kondisi serius atau kritis. Menurut dia, angka kritis yang mencapai jumlah itu, bisa disebut angka yang tinggi.

“Tetapi tetap bisa diselesaikan dalam beberapa hari terakhir. Namun, jumlah itu terkait dengan kasus yang telah tertular penyakit dalam beberapa pekan terakhir,” kata Al-Aly.

CEO Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Arab Saudi Abdullah Al-Gwizani mengatakan telah mengembangkan dan menerbitkan 40 protokol kesehatan. Termasuk di antaranya adalah langkah-langkah pencegahan untuk institusi dan berbagai sektor di seluruh Kerajaan. 

Protokol itu, kata dia, dirumuskan dalam tiga tahapan. Pertama, memahami kebutuhan dan menilai risiko. Kedua, mempelajari pengalaman global dan terakhir menyusun dan menerbitkan protokol.

"Namun, protokol ini tidak bisa efektif jika semua pihak termasuk masyarakat tidak merapkannya," ujar dia.

https://www.arabnews.com/node/1696821/saudi-arabia

 

 

widget->kurs();?>