Qurban Pertama yang Dilakukan Habil dan Qabil 

Jumat , 10 Jul 2020, 14:08 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Muhammad Hafil
Qurban Pertama yang Dilakukan Habil dan Qabil . Foto: Ilustrasi Kurban Unta
Qurban Pertama yang Dilakukan Habil dan Qabil . Foto: Ilustrasi Kurban Unta

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Qurban artinya dekat atau mendekatkan. Dalam ilmu Fiqih dikenal dengan Udhhiyah yang secara harfiyah berarti hewan sembelihan.

 

Terkait

Allah memerintah Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putra kesayanganya Ismail yang kemudian diganti oleh Allah dengan kambing. Nabi Ibrahim lulus ujian dan sejak saat itu diperintahkan bagi umat Islam untuk berqurban.

Baca Juga

Namun tahukah, bahwa perintah berqurban sudah ada dalam sejarah hidup manusia pertama kali. Yakni ketika Allah memerintahkan putra Nabi Adam as, Qabil dan Habil untuk mengorbankan harta terbaik mereka.

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil), menurut yang sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka terima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia (Qabil) berkata : 'aku pasti membunuhmu!' Dia (Habil) menjawab : Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa," (QS. Al - Maidah ayat 27).

Dilansir dari buku Rahasia Dialog dalam Alquran karya AM Waskito, Adam dan Hawa selalu dikaruniahi anak-anak kembar. Qabil dan Iqlima sedangkan Habil dengan Layudha. Mereka tumbuh dewasa dan Iqlima tumbuh menjadi gadis yang paling menawan hingga memikat suadara kembarnya Qabil.

Allah SWT mengizinkan Nabi Adam menikahkan anak-anaknya dengan syarat bukan saudara kembarnya. Nabi Adam hendak menikahkan Habil dengan Iqlima sedangkan Qabil dengan Layudha. 

Qabil yang terlanjur jatuh hati dengan Iqlima menolak perintah ayahnya. Qabil tidak ingin menikahi Layudha yang tidak secantik Iqlima. Sedangkan Habil mengikuti perintah ayahnya sebagaimana yang disyariatkan Allah.

Nabi Adam menolak kemudian memerintahkan keduanya berqurban untuk mendapatkan Iqlima. Qabil yang bekerja di ladang menyerahkan hasil pertaniannya sedangkan Habil yang bekerja sebagai peternak menyerahkan hewan hasil ternaknya.

Habil memberikan qurban terbaiknya sedangkan Qabil hanya memberikan qurban hasil pertanian yang buruk. Ketika qurban masing-masing telah diletakkan, lalu melesatlah panah cahaya dari langit mengenai qurban milik Habil. Pertanda apa yang diqurbankan Habil diterima Allah. 

Hal ini membuat Qabil marah dan ingin membunuh Habil. Qabil tetap menolak untuk menikahi Layudha dan tidak bisa menerima apabila Iqlima justru menikah dengan Habil. Sedangkan Habil dengan ketakwaan hatinya berusaha menyadarkan niat buruk saudaranya itu.

"Dan sungguh kalau engkau mengulurkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan mengulurkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb sekalian alam," (QS. Al-Maidah ayat 28).

Ahmad Thahir Al-Basyuni berkata, "Dalam riwayat-riwayat yang disandarkan kepada para sahabat, bahwa orang yang dibunuh lebih kuat daripada si pembunuh, akan tetapi keimanan dan ketakwaanya menghalangi tangannya untuk melakukan kejahatan kepada saudaranya."

Akhirnya terjadi pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia. Habil bin Adam, laki-laki saleh terbunuh oleh saudaranya. Pembunuhan terjadi karena faktor ambisi duniawi dan kedengkian yang mengalahkan rasa patuh kepada Allah.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini