Arab Saudi Tawarkan Wisata Keindahan Pegunungan

Jumat , 21 Aug 2020, 06:26 WIB Reporter :Rizky Suryarandika./ Redaktur : Muhammad Hafil
Arab Saudi Tawarkan Wisata Keindahan Pegunungan.  Foto: Salah satu perkebunan yang ada di Taif.
Arab Saudi Tawarkan Wisata Keindahan Pegunungan. Foto: Salah satu perkebunan yang ada di Taif.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Kerajaan Arab Saudi terus menggenjot pariwisata. Salah satunya dengan menguatkan promosi destinasi wisata pegunungan di wilayah selatan negara kaya minyak bumi itu.

 

Terkait

Dilansir dari Arab News pada Selasa (18/8), wilayah pegunungan selatan diberkahi oleh cuaca bagus nyaris sepanjang tahun. Pemandangan indah jadi daya tarik bagi pendaki gunung atau siapa saja yang suka camping.

Baca Juga

Penguatan wisata domestik dilakukan Saudi menyusul larangan keluar negeri akibat pandemi covid-19. Saudi memandang inilah saatnya memperkaya pendapatan negara dari wisata dalam negeri. Apalagi penerbangan domestik sudah diizinkan sejak 30 Mei.

Salah satu warga Riyadh, Khalid Siddeeq mengaku tak biasa menghabiskan waktu berbulan-bulan di Saudi tanpa keluar negeri. Kondisi covid-19 membuatnya mencari wisata alternatif di dalam negeri. Ia lalu menemukan destinasi wisata alam yang jauh dari kepadatan kota.

"Saya tak perlu banyak berpikir, saya langsung putuskan camping di wilayah selatan," kata Siddeeq.

Selama 14 hari wisata, Siddeeq mengunjungi pegunungan Al-Souda, desa Bani Mazen, Al-Habala dan Tanumah. Wisata disana tak hanya memanjakan mata,namun juga hati karena keramahan warga lokal dan kenikmatan kulinernya.

"Saya berekspektasi melihat pemandangan indah, tapi yang saya lihat ternyata melebihi apa yang saya perkirakan. Sungguh luar biasa," ujar Siddeeq.

Warga Riyadh lainnya, Majed Alharbi juga tak mau ketinggalan berwisata di selatan menggunakan kendaraan SUV-nya. Alharbi menghabiskan dua hari camping di pegunungan selatan, termasuk kota Ballasmar, Ballahmar dan Tanumah. Alharbi pun memilih wisata domestik karena tak bisa keluar negeri selama pandemi covid-19.

"Saya ke selatan karena cuacanya bagus dan dekat. Cuaca yang lebih adem ini jadi nilai plus terutama buat warga Riyadh yang biasa kepanasan," ucap Alharbi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini