Selasa 15 Sep 2020 22:17 WIB

Lelang Sukuk Serap Rp 9,5 Triliun

Hasil lelang sukuk ini melebihi target indikatif Rp 8 triliun.

Lelang Sukuk Serap Rp 9,5 Triliun. Lelang Sukuk Negara (ilustrasi).
Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Lelang Sukuk Serap Rp 9,5 Triliun. Lelang Sukuk Negara (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah menyerap dana Rp 9,5 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 20,79 triliun.

Keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (15/9), menyebutkan hasil lelang sukuk ini melebihi target indikatif Rp 8 triliun. Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS02032021 sebesar Rp 0,8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,13281 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 2 Maret 2021 ini mencapai Rp 1,99 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 3,03 persen dan tertinggi 3,5 persen. Jumlah dimenangkan untuk seri PBS027 sebesar Rp 1,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,5369 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2023 ini mencapai Rp 2,13 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 4,46 persen dan tertinggi 5 persen.

Untuk seri PBS026, jumlah dimenangkan mencapai Rp 2,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,22789 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2024 ini mencapai Rp 3,41 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 5,18 persen dan tertinggi 5,56 persen.

Untuk seri PBS025, jumlah dimenangkan mencapai Rp 4,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,12495 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2033 ini mencapai Rp 7,31 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 7,093 persen dan tertinggi 7,34 persen.

Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,53125 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2046 ini mencapai Rp 5,92 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,53 persen dan tertinggi 7,81 persen.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement