Selasa 29 Sep 2020 13:57 WIB

Kolaborasi Kunci Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia

Kolaborasi Kunci Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Hafil
 Kolaborasi Kunci Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia. Foto:  Lukmanul Hakim
Foto: Republika/ Wihdan
Kolaborasi Kunci Indonesia Kuasai Pasar Halal Dunia. Foto: Lukmanul Hakim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Wakil Presiden Lukmanul Hakim menyampaikan arahan Wakil Presiden Ma'ruf Amin agar produk halal Indonesia dapat menguasai perdagangan halal dunia. Ia mengatakan, yang paling penting adalah kerja sama serta kolaborasi berbagai pihak.

“Perlu kolaborasi antar elemen bangsa, pemerintah, industri, lembaga-lembaga lain untuk percepatan perdagangan halal di dunia,” kata  Lukmanul Hakim dalam siaran persnya, saat membuka Webinar Perkembangan Ekspor Impor Produk Halal Indonesia dan Best Practise Kosmetik Halal yang digelar Sekretariat Wakil Presiden RI, Selasa (29/9).

Baca Juga

Ia menjelaskan, dalam mengakselerasi pertumbuhan produk halal nasional, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai dan promosi yang besar. Antara lain mulai ketersediaan kawasan industri, pelabuhan halal, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Sedangkan promosi industri halal harus mulai digencarkan pemerintah.

“Salah satu sukses Malaysia menjadi peringkat satu dalam Global Islamic Economic Index, karena peran pemerintah yang sangat besar dalam promosi,” kata Stafsus Wapres bidang ekonomi dan keuangan itu.

Lukman mengungkapkan Indonesia telah memiliki keunggulan dalam hal rujukan sertifikasi halal di dunia dan banyak negara. Namun indeks ekonomi halal global menempatkan Indonesia pada peringkat lima, sebagaimana data State of the Global Islamic Report 2019/2020.

Untuk itu, political constraint isu halal harus menjadi perhatian, sehingga Indonesia dapat menjadikan produk halal sebagai komoditas unggulan di tengah pandemi covid19, yang dapat menggerakkan ekonomi. Lukman mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan dukungan sertifikasi halal bagi UMKM secara gratis.

“Kita berharap produk halal dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sehingga memiliki pendapatan dan daya beli di tengah pandemi,” katanya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan yang turut hadir, menyampaikan kementeriannya konsens untuk mendorong ekspor produk halal. Salah satunya menjalin kerjasama dengan sejumlah negara, salah satunya Turki.

Kasan memaparkan ekspor produk Indonesia ke negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 2019 mencapai 21,46 miliar USD, sementara impor 19,47 miliar USD, surplus 1,98 miliar USD.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement