9 Rabiul Awwal 1442
  • | Cuaca Hari Ini :
  •  
  • -
  • KURS Hari ini
  •  
  •  
  •  
  • -
  • KURS Hari ini
  •  

Cerita Gus Mus Mendapatkan Pertolongan Allah di Tanah Suci

Selasa , 29 Sep 2020, 18:59 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Cerita Gus Mus Mendapatkan Pertolongan Allah di Tanah Suci (ilustrasi).
Cerita Gus Mus Mendapatkan Pertolongan Allah di Tanah Suci (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Allah SWT menjanjikan ampunan kepada hambanya yang menjalankan ibadah umroh maupun haji. Selain itu Allah SWT menjanjikan akan mengabulkan segala hajat hambanya jika doanya dipanjatkan saat umroh maupun haji. 

 

Kisah terkabulnya doa pernah dialami Gus Mus, sapaan akrab KH A Mustofa Bisri. Kisah Gus Mus diceritakan Muhammad Syukron Maksum dalam bukunya "Bukti Rahmat Allah tak Pernah Putus, Resep Agar Senantiasa Ditolong Allah".

Menurutnya Gus Mus pernah mengalami kejadian aneh dan menakjubkan saat berada di tanah suci untuk naik haji. Saat itu ia berada dalam kesempitan dan dihadapkan pada masalah yang sungguh pelik. "Ia bisa pulang, tetapi tidak bisa membawa oleh-oleh," ceritanya.

Padahal banyak titipan dari teman-temannya sesama mahasiswa Mesir, dan rata-rata mereka sudah memberinya uang. Pada saat itu ia sangat kebingungan. Ia membutuhkan uang sekitar 300 riyal.

Pilihan yang paling gampang saat itu adalah menjual cincin yang ia miliki, diperkirakan nilai cincin itu sekitar 300 Riyal. Ketika cincin itu ditawarkan pada pedagang di sana, mereka hanya menawar 100 Riyal. Dengan tidak putus asa ia kemudian meminta bantuan seorang warga Indonesia yang telah lama bermukim di Arab untuk membantu menjualkannya. "Dengan cara itu, pikir Gus Mus diharapkan harganya lebih tinggi," katanya.

Tetapi ketika ditawar-tawar ternyata hanya laku 200 Riyal. Ia lagi-lagi bingung, di mana ia harus mendapatkan uang sebanyak 300 Riyal. Kemudian ia ingat bahwa doa apa saja di sana dikabulkan. "Maka tanpa merasa sungkan sungkan lagi, ia berdoa," katanya.

Doanya sederhana saja ia minta duit kepada Tuhan. Ia berpendapat, tidak ada salahnya kalau persoalan-persoalan sepele diwadulkan (diadukan) pada Tuhan. Ia tidak merasa risi dengan doa sepele itu.

Setelah itu secara tidak disadarinya, Tuhan telah membimbingnya untuk mendapatkan uang itu. Ketika berjalan-jalan di Jabal Qubaisy, Gus Mus dihentikan oleh seseorang. "Tampaknya orang itu tertarik dengan cincin Gus Mus," katanya.

Mulailah orang itu mengajak bicara kepada Gus Mus dengan maksud ingin membeli cincin Gus Mus. "Cincin anda menarik sekali."

"Oh, ini cincin pemberian ibu," jawab Gus Mus. 

"Kalau saya beli 300 riyal, cukup? Tanya orang itu. Gus Mus diam.

"400 Rial cukup? Gus Mus masih terdiam."

"500 cukup?"

"600 Rial cukup? 

Gus Mus masih terdiam juga.

Tiba-tiba ia sadar, bahkan penawaran yang diajukan sudah hampir dua kali lipat dari yang ia butuhkan. "Kalau diteruskan, bisa-bisa dia akan menawar lebih tinggi lagi, dan ini amat berdosa. Mendapatkan uang dua kali lipat dari yang diharapkan sebenarnya tak baik. Apalagi lebih dari itu," demikian pikirnya ketika itu.

Dengan spontan Gus Mus menyatakan "cukup." 

Akhirnya, cincin itu dibayar seharga 600 Riyal dan, ia terbebas dari persoalan pulang serta oleh-oleh. Doanya terkabul.

Bayangkan doa minta uang seketika itu dikabulkan Allah. Kurang apa coba? Maka, jika ada yang naik haji lalu pulang jatuh miskin, maka ada yang salah pada orang tersebut. Logikanya harganya bertambah. 

Selain karena keberkahan, sebab ia telah menunaikan kewajibannya untuk pergi ke Baitullah, di tanah suci ia juga bisa meminta agar hartanya ditambahkan oleh Allah. Dan itu pasti dikabulkan.

Hal ini banyak dipraktikkan oleh para pengusaha Muslim. Saat mereka membuka usaha baru atau ingin menaikkan omset, berangkatlah mereka ke tanah suci untuk berumroh. Di sana segala hajatnya ia sampaikan kepada Allah. Dan hampir bisa dipastikan, usaha yang semakin maju, asalkan usaha itu benar-benar di halur yang diridhoi Allah, bukan usaha yang menyalahi aturan Allah.

"Tidak salah buat kita yang sedang berjuang untuk memperbaik ekonomi keluarga, atau yang usahanya tak kunjung berkembang, untuk datang menghadap Allah di rumahnya. Dan memohon dengan penuh kerendahan hati," katanya.

Dengan niat kekayaan yang Allah berikan itu niatnya akan kita gunakan untuk berjuang di jalan-Nya. Membahagiakan keluarga, berbakti pada orang tua, dan berjuang untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. "Dan hampir pasti doa kita terkabul Allah," katanya.

 

widget->kurs();?>