Jamaah Suspek Covid-19 tak akan Diizinkan ke Masjidil Haram

Jumat , 02 Oct 2020, 11:07 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah Suspek Covid-19 tak akan Diizinkan ke Masjidil Haram. Petugas keamanan Kerajaan Arab Saudi berjaga di depan Kabah, Makkah.
Jamaah Suspek Covid-19 tak akan Diizinkan ke Masjidil Haram. Petugas keamanan Kerajaan Arab Saudi berjaga di depan Kabah, Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Wakil kepala Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Ahmed Al-Mansouri, menegaskan tidak ada jamaah yang diduga terinfeksi virus corona akan diizinkan memasuki Masjidil Haram, ketika umroh kembali dibuka 4 Oktober mendatang. Dalam konferensi pers pada Kamis (1/10), Al-Mansouri menjelaskan tentang pengaturan yang dibuat oleh presidensi sebelum dimulainya umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram.

 

Terkait

Dia mengatakan, Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mendirikan sejumlah pusat kesehatan skala kecil yang dilengkapi secara penuh untuk menangani kasus dugaan virus corona. Terkait umroh, jamaah akan diizinkan masuk dalam kelompok yang terdiri dari 1.000 jamaah di setiap kelompok.

Baca Juga

"Jamaah akan dipandu di jalur terpisah dari luar Masjidil Haram hingga mataf (area mengelilingi Ka'bah) dan akan ada 16 pemimpin yang akan menerima jamaah di halaman (pelataran) masjid dan mengarahkan mereka ke Masjidil Haram," kta Al-Mansouri, dilansir di Saudi Gazette, Jumat (2/10).

Selanjutnya, ia menjelaskan, pelaksanaan tawaf akan dimulai secara spiral dan jamaah akan langsung melanjutkan ke masa'a (area untuk ritual sa'i antara Safa dan Marwah) setelah menyelesaikan tawaf. Lalu, jamaah akan keluar dari Masjidil Haram melalui gerbang Marwah dan Arqam setelah selesai sa'i. Jalur pertama mataf tersebut akan diperuntukkan bagi jamaah lansia dengan memakai kursi roda dan para penyandang kebutuhan khusus.

Sementara itu, Al-Mansouri mengatakan para staf wanita dari presidensi akan kembali bekerja untuk pertama kalinya setelah layanan umroh diberhentikan sementara karena pandemi. Sedangkan waktu umroh akan dimulai pada pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 03.00 dini hari.

"Kamera termal resolusi tinggi telah dipasang di semua pintu masuk Masjidil Haram, dengan larangan i'tikaf dan membawa makanan dan minuman ringan ke dalam masjid," tambahnya.

Al-Mansouri menambahkan, Masjidil Haram akan dibasuh (dicuci) seluruhnya 10 kali sehari sebelum dan sesudah pelaksanaan umroh oleh kelompok jamaah. Selain itu, setiap toilet akan dicuci dan disterilkan enam kali sehari.

Sedangkan karpet, kursi roda, dan eskalator di Masjidil Haram akan disterilkan secara teratur. Selanjutnya, pembersihan sistem pendingin udara dan filter udara akan dilakukan dengan sinar ultraviolet beberapa kali dalam sehari.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini