Tim Pencari Fakta Intan Jaya Diserang Kelompok Bersenjata

Ahad , 11 Oct 2020, 08:59 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Anggota TGPF Bambang Purwoko mengalami luka tembak usai diserang kelompok bersenjata di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua pada Jumat. (Dok. Kogabwilhan III
Anggota TGPF Bambang Purwoko mengalami luka tembak usai diserang kelompok bersenjata di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua pada Jumat. (Dok. Kogabwilhan III

IHRAM.CO.ID, -- Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus kekerasan di Kabupaten Intan Jaya yang dibentuk Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan diserang kelompok bersenjata di Distrik Hitadipa, Papua.

 

Terkait

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan berdasarkan informasi sementara, penghadangan dilakukan usai TGPF melakukan olah TKP di Distrik Hitadipa menuju Distrik Sugapa.

Penghadangan itu mengakibatkan dua orang menjadi korban yakni satu anggota TGPF dan satu prajurit TNI.

Mengenai siapa nama anggota TGPF yang menjadi korban, Suriastawa mengaku masih menunggu data lengkap dan kronologis dari lapangan.

"Kronologis kejadian menyusul," kata Suriastawa kepada Anadolu Agency melalui sambungan telepon pada Jumat lalu, seperti dilansir Anadolu Agency (9/10).

Sebelumnya, pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut rangkaian peristiwa kekerasan di Intan Jaya, Papua pada 17-19 September 2020 yang menewaskan seorang pendeta.

Menteri Mahfud MD mengatakan tim dibentuk melalui Keputusan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan No 83 Tahun 2020 bertanggal 1 Oktober 2020.

Mereka yang ditunjuk sebagai tim investigasi di lapangan berasal dari berbagai kalangan yakni tokoh masyarakat, Badan Intelijen Negara, Komisi Kepolisian Nasional dan Polri

Sejak Rabu, tim tersebut telah mulai bekerja dengan berkunjung langsung ke Papua.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini