Jamaah Berpenyakit, Sapuhi: Ikuti Kebijakan Umroh Arab Saudi

Selasa , 13 Oct 2020, 19:48 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
Jamaah Berpenyakit, Sapuhi: Ikuti Kebijakan Umroh Arab Saudi. Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umroh dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10).
Jamaah Berpenyakit, Sapuhi: Ikuti Kebijakan Umroh Arab Saudi. Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umroh dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Serikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi mengatakan, agar calon jamaah umroh Indonesia mengikuti kebijakan pemerintah Arab Saudi. Terutama, kebijakan terkait aturan dan pelaksanaan umroh di masa Pandemi. 

 

Terkait

"Kalaupun memang ada penyakit-penyakit yang disyaratkan tidak bisa berangkat umroh, apapun kata kerajaan Saudi, kita harus patuh," kata Syam kepada Republika.co.id, Selasa (13/10).

Masyarakat di luar Saudi, ungkapnya, tidak bisa menolak atau berargumen apapun atas keputusan yang dibuat pemerintah Saudi. Syam percaya, kebijakan yang diambil pemerintah Saudi adalah yang terbaik untuk seluruh jamaah umroh agar mematuhi protokol kesehatan mencegah penyebaran virus corona.

"Kita tidak bisa menolak, berargumen segala macam, pasti karena punya kepentingan atas protokol kesehatan itu sendiri," ucap Syam.

Di tanah air sendiri, lanjut Syam, pemerintah Indonesia masih membahas perihal pemberangkatan jamaah umroh Indonesia di masa Pandemi. Termasuk membahas prosedur kesehatan yang harus dipatuhi para calon jamaah umroh.

Rapat digelar di Depok, Jawa Barat bersama dengan Kementerian Agama dan para stakeholder lainnya. Termasuk, lima asosiasi haji dan umroh yang turut bergabung, di antaranya Amphuri, Himpuh, Asphurindo, Kesturi dan Sapuhi.

"Umroh pada dasarnya masih dibahas prosedur kesehatannya, karena saat ini pun departemen agama masih rapat di Depok bersama beberapa stakeholder termasuk lima asosiasi (untuk) membahas protokol kesehatan pada saat new normal untuk umroh," tutur Syam.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengimbau sejumlah kelompok pasien menunda pelaksanaan ibadah umroh maupun berkunjung ke Masjidil Haram.

Melalui infografik yang dipublikasikan di halaman Twitter dan platform pengetahuan "Live Well", Kemenkes mengatakan kelompok yang diimbau ini termasuk mereka yang menderita diabetes tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, obesitas, sirosis, dan penyakit arteri koroner. Mereka yang dirawat di rumah sakit dalam enam bulan terakhir juga diminta untuk menunda keinginannya.

Dilansir di Saudi Gazette, Selasa (13/10), kelompok yang menderita insufisiensi jantung, imunodefisiensi, penyakit dada kronis, dan dirawat di rumah sakit dalam setahun terakhir, selain wanita hamil, tidak diizinkan masuk Masjidil Haram dalam waktu dekat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini