Musim Dingin akan Tiba, Arab Saudi Imbau Lakukan Vaksin Flu

Rabu , 14 Oct 2020, 16:41 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Musim Dingin akan Tiba, Arab Saudi Imbau Lakukan Vaksin Flu. Foto: musim dingin di Arab Saudi
Musim Dingin akan Tiba, Arab Saudi Imbau Lakukan Vaksin Flu. Foto: musim dingin di Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Seiring memasuki bulan Oktober dan cuaca yang terus dingin di seluruh Kerajaan, banyak orang Saudi khawatir bagaimanamengatasi musim flu di tengah pandemi virus Covid-19.

 

Terkait

Bagi masyarakat yang mulai terserang flu dan memerlukan perawatan kesehatan, informasi seputar vaksin flu menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Suntik vaksin flu di Arab Saudi bukanlah hal yang wajib dilakukan.

Baca Juga

Meski demikian, pedoman dari Komite Ilmiah untuk Influenza dan Vaksinasi Pneumokokus merekomendasikan masyarakat dan profesional perawatan kesehatan untuk melakukan vaksin setiap tahun. Vaksin diperlukan terutama selama musim flu karena komposisi vaksin diubah setiap tahunnya.

Kementerian Kesehatan juga merekomendasikan vaksin untuk masyarakat dan profesional perawatan kesehatan. Asisten menteri kesehatan dan juru bicara, Mohammed Al-Abd Al-Aly, dalam konferensi pers terbaru mengatakan vaksin flu direkomendasikan dilakukan meski tidak memiliki efek perlindungan terhadap Covid-19.

"Melindungi diri dari infeksi influenza akan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan dan melindungi diri dari berbagai masalah kesehatan akibat tertular virus," ujarnya dilansir di Arab News, Rabu (14/10).

Gejala serupa antara flu dan Covid-19 membuat orang bertanya-tanya bagaimana membedakan infeksi yang satu dengan lainnya. Bahkan, banyak yang bingung dengan gejala dua penyakit ini.

Seorang dokter THT dan residen bedah kepala dan leher yang berada di garis depan perjuangan awal melawan Covid-19,

Abdulmalik Ismail, mengatakan meski tidak ada cara spesifik untuk memastikan apakah gejala yang diderita adalah Covid-19 atau flu, ada petunjuk tertentu yang menunjukkan apakah seseorang harus melakukan tes swab atau tidak.

"Gejala flu biasa muncul berbarengan dengan sakit tenggorokan, batuk, pilek, bersin dan kelelahan. Flu dapat muncul dengan cara yang sama dan ringan, tetapi juga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah meliputi demam, sakit kepala, nyeri tubuh, dan ketidaknyamanan dada. Terkadang dapat menyebabkan infeksi paru-paru atau dikenal sebagai pneumonia pada orang-orang tertentu, seperti orang tua atau orang-orang dengan sistem kekebalan yang berkurang," kata dia.

Mengenai Covid-19, Ismail mengatakan gejalanya mirip namun jauh lebih buruk daripada flu biasa. Hal ini bisa dijadikan patokan.

Gejala Covid-19 bervariasi, dari gejala ringan hingga berat yang menyerupai flu. Biasanya menyebabkan hilangnya indera rasa dan bau yang jauh lebih dalam daripada flu biasa.

Ismail juga mengatakan, siapa pun yang mengalami gejala yang tidak mereka yakini, terutama jika berhubungan dengan pernapasan, harus mulai mengisolasi diri dan memantau diri sendiri. Sikap kehati-hatian diperlukan agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.

“Siapa pun yang mengalami gejala pernapasan harus mengisolasi diri dari orang lain dan mematuhi langkah-langkah kesehatan. Gejala mengkhawatirkan yang memerlukan perawatan medis, meliputi gejala yang parah dan terus-menerus, seperti nyeri dada, sesak napas, atau kesulitan bernapas," kata dia.

Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan bagi banyak orang adalah kemungkinan terserang flu dan Covid-19 pada saat yang bersamaan. Skenario ini membuat orang-orang mulai bertanya apakah harus mempertimbangkan vaksinasi flu atau tidak, meski biasanya hal ini tidak dilakukan.

Ismail menyebut masyarakat bisa melindungi diri dari flu dengan vaksinasi, meski belum bisa vaksinasi Covid-19. Tetapi karena vaksin tidak wajib dan menganggap efek sampingnya tidak tertahankan, banyak yang bertanya-tanya apakah vaksin adalah pilihan terbaik untuk perlindungan diri.

Seorang spesialis kesehatan masyarakat, Dr. Haya Zedan, mendesak masyarakat untuk mendidik diri mereka secara menyeluruh tentang vaksin flu dan efeknya. Edukasi diperlukan mengingat keadaan tahun ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Sebagai akademisi dan peneliti kesehatan masyarakat, penting untuk dicatat kondisi sekarang lebih dari sebelumnya. Kita semua memiliki tanggung jawab membuat pilihan berdasarkan informasi yang sesuai dengan kepentingan terbaik kesehatan kita dan kesehatan keluarga," katanya.

Masyarakat disebut harus berusaha mempelajari lebih lanjut tentang vaksin. Penjelasan mengenai vaksin flu dan manfaatnya dari sumber ilmiah yang diverifikasi penting dilakukan.

Meskipun reaksi alergi hingga mengancam jiwa akibat vaksin flu jarang terjadi, suntikan tersebut dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, demam, mual, nyeri otot, dan nyeri atau kemerahan di area lengan yang disuntik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini