11 Rabiul Akhir 1442

Wisata Halal Terpukul Pandemi, Mampu Bangkitkah?

Selasa , 27 Oct 2020, 08:21 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Elba Damhuri
Jamaah bersiap shalat Jumat di Masjid Al-Hakim Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat (4/9/2020). Masjid Al-Hakim yang dibangun sejak tahun 2017 dengan gaya Taj Mahal itu kini sudah bisa digunakan untuk umum sebagai tempat ibadah yang representatif di Pantai Padang sekaligus ikon wisata halal di kota itu.
Jamaah bersiap shalat Jumat di Masjid Al-Hakim Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat (4/9/2020). Masjid Al-Hakim yang dibangun sejak tahun 2017 dengan gaya Taj Mahal itu kini sudah bisa digunakan untuk umum sebagai tempat ibadah yang representatif di Pantai Padang sekaligus ikon wisata halal di kota itu.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Industri pariwisata menjadi sektor yang paling terpukul karena pandemi Covid-19. Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Riyanto Sofyan, menyampaikan para pelaku wisata ramah Muslim di Indonesia juga turut merasakan dampak krisis akibat pandemi.

"Tidak hanya berkurang secara pendapatan, tetapi bahkan sebagian usaha perjalanan wisata, hotel, penginapan ramah Muslim, hingga restoran dan destinasi wisata harus tutup operasional dalam jangka waktu yang cukup lama," katanya, beberapa waktu lalu.

Tentu hal ini sangat berdampak pada keberlanjutan bisnis para pelaku usaha di bidang pariwisata ini. Sebagai perkumpulan pelaku dan pegiat wisata ramah muslim, PPHI berupaya untuk senantiasa menebarkan semangat optimisme tersebut kepada seluruh anggota.

Salah satunya, melalui kegiatan rangkaian acara Indonesia Halal Tourism Summit (IHTS) 2020 yang dilaksanakan pekan lalu. Berbagai acara telah dilakukan bersama dengan panitia Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan Bank Indonesia.

Seperti pameran virtual bagi pelaku usaha wisata, diskusi dan temu ramah dengan pemangku kepentingan pariwisata di Indonesia, dan juga sharing business dengan pelaku usaha lainnya. Semuanya dilakukan dalam mencari strategi terbaik untuk bertahan di tengah krisis saat ini.

Konferensi internasional dilakukan yang merupakan acara akhir yang tergabung ke dalam IHTS 2020. Ini menjadi salah satu cara berbagi strategi dan prediksi dalam menghadapi fenomena baru selepas pandemi nanti.

Ketua pelaksana IHTS 2020, Noveri Maulana, mengungkapkan, pelaksanaan konferensi internasional ini sekaligus untuk meneguhkan kembali semangat kebangkitan industri pariwisata halal di Indonesia. Diharapkan banyak insight bisnis dan strategi terkait pengembangan usaha di bidang industri pariwisata halal di Indonesia.

Selain itu, acara ini diharapkan juga bisa memberi citra positif di mata turis Muslim internasional. Diharapkan nanti kunjungan wisatawan mancanegara juga perlahan akan semakin meningkat.

BACA JUGA: Macron Hina Islam, Prancis Desak Hentikan Boikot Produk Mereka

 

widget->kurs();?>