12 Rabiul Akhir 1442

Iran dan Rusia Akui Ada Hambatan dalam Hubungan Bilateral

Selasa , 27 Oct 2020, 16:01 WIB Reporter :IRNA/ Redaktur : Elba Damhuri
Bendera Iran-Rusia
Bendera Iran-Rusia

IHRAM.CO.ID, MOSKOW - Iran dan Rusia menyatakan komitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi dan dagang. Sejumlah hambatan diakui kedua negara masih menjadi masalah dalam membangun hubungan ekonomi.  Sebagai dua tetangga yang terhubung melalui Laut Kaspia, Iran dan Rusia, seperti dilaporkan kantor berita Iran, IRNA, memiliki kapasitas besar untuk mendorong kerja sama bilateral. Tetapi hubungan perdagangan mereka tidak pada tingkat yang menguntungkan meskipun ada peningkatan hubungan strategis dalam beberapa tahun terakhir.

Iran dan Rusia menyatakan telah dilakukan upaya untuk menghilangkan hambatan dan mengembangkan kerja sama dalam masalah ekonomi.

Pentingnya memperkuat hubungan antara Iran dan Rusia setelah perjanjian penting tahun 2015, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), disepakati. Juga, dukungan kuat Moskow untuk sikap Iran di arena internasional, dan kerja sama kedua belah pihak di Suriah telah berlipat ganda.

Iran, Rusia dan Turki adalah tiga penjamin perdamaian di Suriah. Para ahli percaya bahwa Teheran dan Moskow memiliki kapasitas yang sangat besar untuk memperluas hubungan ekonomi mereka di era sanksi dan pandemi.

Kepala kamar dagang Rusia-Iran Vladimir Obidnov mengumumkan tingkat perdagangan antara kedua negara kurang dari dua miliar dolar AS dalam setahun.

Obidnov menyebut masalah perbankan sebagai kendala untuk meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan negaranya melanjutkan kerja sama dengan Iran pada tingkat yang sangat baik meskipun ada ancaman AS dan pandemi.

Di tempat lain, Duta Besar Iran untuk Moskow Kazem Jalali telah menekankan pentingnya pengembangan proyek kereta api untuk meningkatkan kerja sama bilateral yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Rusia.

Jalali mengatakan pertemuan komisi ekonomi bersama Iran-Rusia ke-16 dijadwalkan tahun ini. Dia yakin pertemuan itu akan menciptakan landasan baru bagi ledakan ekonomi di negara itu.

Tentang aksesi Iran ke Eurasian Economic Union (EAEU), duta besar mencatat proses tersebut harus dilalui. Seperti yang ditekankan Jalali, Iran dapat menggunakan keanggotaan di EAEU karena negara itu sekarang berada di bawah sanksi Amerika.

Sejak 2015, EAEU dengan lima anggota, termasuk Rusia, Kazakhstan, Belarusia, Kyrgyzstan, dan Armenia, mulai menjalankan perjanjian perdagangan bebas.

 

widget->kurs();?>