Saudi: 10 Persen Kapasitas Hotel Makkah untuk Karantina

Senin , 02 Nov 2020, 06:44 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Hotel yang memadati Makkah.
Hotel yang memadati Makkah.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, mengatakan setiap harinya Kerajaan mengalokasikan kuota 10 ribu bagi jamaah umroh asing. Kuota ini disiapkan sebagai tanda dimulainya kembali umroh tahap ketiga.

 

Terkait

Arab Saudi mulai menerima jamaah umroh dari luar negeri setelah secara bertahap melanjutkan ibadah di bulan ini. Tahap ketiga sekaligus tahap terakhir telah dilakukan pada Ahad (1/11). Dilansir di Asharq Al-Awsat, Senin (2/11), Mashat mengatakan penerbangan luar negeri pertama telah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz dari Indonesia, kemarin.

"Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan melekukan pengawasan atas pelaksanaan langkah-langkah kesehatan bagi semua penumpang yang masuk dan ingin menunaikan umroh, sebelum keberangkatan mereka ke kota suci Makkah," katanya.

Pejabat itu juga mengatakan tingkat wabah di setiap negara tempat para jemaah haji akan dinilai. Tak hanya itu, tingkat pemulihan dan tindakan pencegahan medis yang diambil oleh pihak berwenang akan menjadi pertimbangan.

Langkah-langkah pencegahan tersebut harus sejalan dengan pedoman yang telah ditetapkan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Saudi.

"Mayoritas jamaah umroh dalam beberapa tahun terakhir berasal dari Indonesia, Pakistan dan kawasan Teluk Arab," kata Mashat.

Peziarah saat melakukan umroh diberikan visa reguler 30 hari. Meski demikian, mereka harus mematuhi program umroh dan jumlah hari tertentu yang telah ditetapkan selama berada di Tempat Suci. Mashat menyebut rata-rata durasi umroh saat ini tidak lebih dari 10 hari. Penetapan waktu ini sudah termasuk Dua Kota Suci, Makkah dan Madinah.

Tentang persiapan aparat, ia menyebut semua pihak sudah menyiapkan diri di semua daerah. Hotel juga telah disiapkan untuk memberlakukan isolasi tiga hari bagi jamaah sebelum mereka memulai umroh. Kementerian Haji dan Umrah bahkan mendedikasikan sebuah kantor yang akan bekerja sepanjang waktu guna menerima jamaah dari luar negeri.

Sesampainya jamaah di Bandara Internasional King Abdulaziz, mereka akan diangkut dengan bus khusus. Peziarah akan dibawa ke hotel-hotel di Makkah, di mana sepuluh persen kamar telah dialokasikan untuk mengisolasi jamaah.

Usai melakukan karantina, jamaah akan dibawa ke Masjidil Haram dalam bentuk kelompok yang beranggotakan 3.300 peziarah. Dalam kelompok itu, jamaah asing mendapat slot 1.666 orang. Sesuai ketentuan, selama di Masjidil Haram mereka bisa menunaikan ibadah selama tiga jam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini