Jamaah Covid-19 Indonesia Dipastikan Umroh Sebelum Pulang

Senin , 16 Nov 2020, 14:04 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah Covid-19 Indonesia Dipastikan Umroh Sebelum Pulang. Jamaah umroh bertawaf di sekitar Kabah.
Jamaah Covid-19 Indonesia Dipastikan Umroh Sebelum Pulang. Jamaah umroh bertawaf di sekitar Kabah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 13 jamaah umroh Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19 oleh tim kesehatan Arab Saudi hingga kini belum melaksanaka ibadah umroh. Pemerintah Arab Saudi berkomitmen setelah selesai isolasi, mereka pasti diizinkan menunaikan umroh sebelum pulang.

 

Terkait

"Kalau belum bisa pulang pasti dikasih kesempatan umroh dulu," kata Sekjen Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia Ikhsan Fauzi Rahman saat dihubungi, Senin (16/11).

Baca Juga

Saat ini, tiga jamaah kelompok terbang pertama yang berangkat pada 1 November dan telah dinyatakan positif Covid-19 sudah selesai masa karantina. Mereka telah diizinkan sholat di Masjidil Haram meski belum umroh.

Ikhsan mengatakan, kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait regulasi protokol kesehatan belum sepenuhnya diterapkan kepada jamaah yang ikut umroh pada pembukaan umrah fase ketiga. Jadi masih ada beda perlakuan antara kloter satu dengan kloter lain terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Jadi regulasinya belum ditentukan," katanya.

Ikhsan mencontohkan, misalnya kloter lain setelah tiba bisa langsung ke Masjidil Haram dan umroh. Ada kloter lain sebaliknya, hanya bisa sholat di Masjidil Haram tanpa umroh.

"Jadi kasusnya berbeda-beda," katanya.

Meski demikian, jamaah Indonesia tetap bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci untuk ibadah umroh meski dengan prosedur protokol kesehatan ketat. Jamaah umroh mesti menjalankan protokol kesehatan, di antaranya test  PCR, karantina selama tiga sebelum menjalankan umrah dan jika hasil positif Covid-19 maka harus dikarantina selama 10 hari.

"Mereka yang hanya menunaikan umroh saja sangat sangat bersyukur," katanya.

Menurutnya, jamaah menilai umroh di masa pandemi ini yang paling spesial. Meski saat isolasi di kamar hotel di seputaran Masjidil Haram hanya memandangi Ka'bah.

"Kebanyakan selama 10 hari di hotel saja dan itu juga sangat mereka nikmati. Mereka kompak (taat) karena untuk menjaga citra positif jamaah Indonesia," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini