Kamis 19 Nov 2020 04:05 WIB

Muhammadiyah Terus Ikhtiar Hadapi Pandemi

Pandemi terus dihadapi Muhammadiyah.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Muhammadiyah Terus Ikhtiar Hadapi Pandemi. Foto: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.
Foto: Dokumen.
Muhammadiyah Terus Ikhtiar Hadapi Pandemi. Foto: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.

IHRAM.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir mengatakan, Muhammadiyah terus berikhtiar agar usaha menghadapi pandemi makin ditingkatkan dan tidak boleh surut. Pandemi Covid-19 ini telah membawa dampak sangat luas dalam kehidupan. Data dunia pada 15 November 2020 menunjukkan jumlah kasus tersebar di 189 negara yang terkonfirmasi mencapai 54.780.802 juta, kematian 1.323.841 juta jiwa, dan pasien sembuh 35,7 juta orang.

Di Indonesia pada 15 November 2020 tercatat naik menjadi 467.113 kasus, pasien sembuh 391.991 orang, dan meninggal 15.211 orang. Pandemi ini sungguh belum berakhir. Karenanya Muhammadiyah mengajak semua pihak dan warga bangsa untuk bersama-sama berusaha menghadapi musibah ini dengan segala ikhtiar yang maksimal. Tegakkan aturan serta disiplin protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga

"Umat Islam dan warga persyarikatan (Muhammadiyah) harus menunjukkan uswah ḥasanah dan menjadi pemberi solusi hadapi pandemi yang berat ini. Setelah sembilan bulan semua berjuang dengan prihatin, kita harus tetap disiplin dan waspada, serta tidak boleh lengah sebagai wujud sikap keislaman yang berakhlak karimah dan raḥmatan lil alamin," jelasnya.

Dikatakan dia, setiap pengabaian dan kelalaian dapat berdampak luas pada keselamatan jiwa sesama serta membuat proses yang sudah tercipta baik akan kembali tidak kondusif. Kaum muslimin pengikut Nabi hendaknya mengikuti uswah ḥasanah Nabi dalam seluruh perilaku kehidupan.

Nabi dimaklumatkan Allah sebagai figur berakhlak utama. Wa innaka la‘ala khuluqin ‘azim, artinya dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung (QS al-Qalam: 4). Nabi senantiasa bertutur kata, bersikap, dan bertindak yang serba baik serta menebar rahmatan lil-‘alamin.

Prof Haedar juga mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir, semua pihak harus tetap waspada. Jangan abai dan menganggap ringan wabah ini dengan bertindak tidak disiplin.

"Perbuatan orang tidak disiplin dapat berdampak luas bagi penularan virus dan keselematan jiwa orang lain. Jika belum mampu memberikan solusi, setidaknya jangan membikin masalah yang membuat rantai penularan makin menyebar," katanya.

Terkait hal ini, Prof Haedar mengutip Alquran Surah Al-A'raf ayat 56 dan al-Baqarah ayat 11. "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya." (QS al-A'raf: 56).

"Meskipun, dalam praktiknya terdapat orang-orang yang berbuat fasad (kerusakan) atas nama islah (kebaikan, perdamaian, pembangunan) sehingga kehidupan mengalami kehancuran." (QS al-Baqarah: 11).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement