8 Jumadil Akhir 1442

Sultan Johor Minta Masjid dengan Kasus Covid Diidentifikasi

Sabtu , 28 Nov 2020, 12:35 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Masjid Jamek Sultan Ibrahim, di Johor, Malaysia
Masjid Jamek Sultan Ibrahim, di Johor, Malaysia

IHRAM.CO.ID, JOHOR BARU -- Sultan Johor di Malaysia meminta semua kadi (hakim yang mengadili perkara yang bersangkut-paut dengan agama Islam) di distrik di negara bagian Johor agar menunjukkan kepada dinas kesehatan distrik masing-masing untuk mengidentifikasi masjid dan surau di desa atau wilayah pemukiman yang mencatat dugaan kasus Covid-19.

Mufti Johor Datuk Yahya Ahmad mengatakan, keputusan itu dikeluarkan oleh Sultan Johor, Sultan Ibrahim Almarhum Sultan Iskandar, menyusul beberapa kasus positif Covid-19 yang melibatkan para imam, bilal (muazin), anggota komite atau jamaah di beberapa masjid dan surau di negara bagian tersebut.

Yahya mengatakan, mereka yang dinyatakan positif sudah diminta menjalani karantina oleh Kementerian Kesehatan. Sedangkan surau dan masjid yang terlibat diinstruksikan untuk segera dibersihkan.

Ia mengatakan, kadi juga bisa memerintahkan masjid atau surau yang terlibat untuk membatasi jumlah jamaah yang boleh mengikuti sholat lima waktu dan sholat Jum'at, jika dikhawatirkan dapat menyebabkan penyebaran virus corona.

"Jika keadaan lebih kritis, kadi juga dapat memerintahkan penutupan masjid atau surau dalam jangka waktu yang wajar, sehingga tindakan penahanan dapat dilakukan hingga situasi terkendali. Kalau begitu jamaahnya harus sholat di rumah," kata Yahya, dilansir di Bernama, Sabtu (28/11).

Yahya menambahkan, Sultan Ibrahim juga telah menetapkan bahwa kadi harus memberikan peringatan keras kepada anggota panitia masjid dan surau agar selalu mematuhi prosedur operasi standar (SOP) yang dikeluarkan oleh Departemen Agama Islam Johor, Depkes dan Dewan Keamanan Nasional untuk mengekang infeksi Covid-19.

BERITA TERKAIT

 

widget->kurs();?>