5 Jumadil Akhir 1442

MUI: Redaksi Adzan tak Boleh Diubah untuk Jihad

Selasa , 01 Dec 2020, 01:07 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Muhammad Fakhruddin
MUI: Redaksi Adzan tak Boleh Diubah untuk Jihad. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI - KH Cholil Nafis
MUI: Redaksi Adzan tak Boleh Diubah untuk Jihad. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI - KH Cholil Nafis

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Baru-baru ini sedang viral sekelompok orang yang mengubah redaksi adzan untuk tujuan jihad. Ketua Majelis Ulama Indonesia periode 2020-2025, KH Cholil Nafis menjelaskan tujuan adzan yang sebenarnya. 

Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini mengatakan, Adzan itu sebenarnya panggilan untuk memberi tahu waktu shalat dan melakukan shalat jamaah di Masjid. Meskipun, syariah juga menganjurkan kepada selain shalat, seperti sunnah mengadzani anak yang baru lahir atau saat jenazah diturunkan ke liang kubur.

Karena itu, menurut dia, di zaman Rasulullah Saw juga pernah dilakukan penambahan atau perubahan redaksi adzan manakala ada udzur yang menghalangi masyarakat untuk shalat di Masjid, seperti hujan deras dan angin kencang. 

“Adzan waktu itu diubah dengan pemberitahuan dalam redaksi adzannya bahwa masyarakat diminta untuk shalat di rumahnya,” ujar Kiai Cholil dalam keterangna tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (30/11).

Namun, menurut Kiai Cholil, selain karena urusan shalat Nabi Muhammad Saw tak pernah mengubah redaksi adzan. Karena itu, menurut Kiai Cholil, redaksi adzan tidak boleh diubah untuk tujuan jihad seperti yang tengah viral di media sosial.

“Selain karena urusan shalat itu, Nabi Saw tak pernah mengubah redaksi adzan. Bahkan saat perangpun tak ada redaksi adzan yang diubah. Redaksi adzan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad. Karena, itu ibadah yang sifatnya tauqif (sudah ditetapkan dan tidak boleh ditambah-tambah),” kata Kiai Cholil.

Dia pun berharap, umat Islam di Indonesia tidak mengubah redaksi adzan yang sudah baku. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan kekerasan dan kerusuhan.

“Saya berharap masyarakat tak mengubah adzan yang sudah baku dalam Islam. Panggilan jihad tak perlu melalui adzan. Dan jihad bukan hanya berkonotasi perang secara fisik saja tapi juga dalam memantapkan iman dan penguatan umat Islam,” jelas Kiai Cholil.

Seperti diketahui, dalam salah satu video yang viral, kalimat "Hayya Alas Sholah” dalam adzan diubah menjadi  "Hayya Alal Jihad". Dalam video itu tampak sejumlah orang membawa senjata tajam saat azan dikumandangkan.

Dalam video lainnya, tampak juga lima orang jamaah sedang berdiri. Salah satu jamaah berkemeja hitam yang berdiri paling depan kemudian melantunkan adzan. Namun, dalam adzannya pria tersebut melantunkan kalimat “Hayya Alal Jihad” dan diikuti oleh jamaah lainnya. Padahal, kalimat yang benar adalah “Hayya Alas Sholah”.

 

widget->kurs();?>