Masjid Tertua di Inggris Dibangun oleh Pelajar Yahudi

Rabu , 02 Dec 2020, 05:29 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Esthi Maharani
Masjid ini dibangun Gottlieb Wilhelm Leitner merupakan seorang siswa Hongaria Yahudi yang mempelajari bahasa dan budaya India dan Timur Tengah.
Masjid ini dibangun Gottlieb Wilhelm Leitner merupakan seorang siswa Hongaria Yahudi yang mempelajari bahasa dan budaya India dan Timur Tengah.

IHRAM.CO.ID, LONDON -- Surat kabar Inggris, The Sun, menerbitkan beberapa gambar unik dari masjid tertua Inggris di Woking, Surey, 24 September. Masjid ini diketahui dibangun di era Victoria.

 

Terkait

Gambar-gambar luar biasa ini menunjukkan awal abad ke-20 dari masjid pertama di Inggris, Masjid Shah Jahan. Bangunan ibadah ini dibangun pada tahun 1889, sekitar 50 km sebelah barat daya ibu kota London. Masjid yang indah ini dirancang oleh arsitek William Isaac Chambers. Dia menggabungkan elemen arsitektur Timur Tengah, kubah, menara dan halaman.

Dilansir di About Islam, Senin (30/11), gambar-gambar tersebut menunjukkan sejarah masjid yang menampung keluarga kerajaan dan rakyat jelata di halamannya, untuk merayakan Hari Besar Islam. Beberapa gambar menunjukkan jamaah Muslim melaksanakan shalat Idul Fitri pada tahun 1916, selama Perang Dunia I.

Foto-foto lain juga menggambarkan Marsekal Lapangan Viscount Allenby dan Viscountess Allenby yang diterima saat tiba di masjid Woking. Sebuah gambar menunjukkan Kaisar Ethiopia Haile Selassie disambut oleh Sir Abdullah Archibald Buchanan Hamilton dalam gaun dataran tinggi pada tahun 1936.

Gottlieb Wilhelm Leitner merupakan seorang siswa Hongaria Yahudi yang mempelajari bahasa dan budaya India dan Timur Tengah. Dia datang ke Inggris untuk belajar di King's College London, di mana dia diangkat sebagai Profesor Bahasa Arab dan Hukum Muslim setelah lulus.

Leitner kemudian menjadi Kepala Sekolah Universitas Negeri di Pakistan. Pada tahun 1881, ia kembali ke Inggris untuk mendirikan pusat studi bahasa, budaya dan sejarah oriental.

Dia lantas menemukan bentuk bangunan yang cocok dan membangun masjid untuk kepentingan siswa Muslim. Hal ini diproyeksikan di salah satu gambar saat ia berbagi meja pada perayaan Idul Adha tahun 1916.

Masjid tersebut mengusung nama Sultan Shah Jahan, Begum dari Bhopal, yang sebagian mendanai masjid tersebut. Shah Jahan adalah salah satu dari empat penguasa wanita berturut-turut atau "Begum" dari bekas negara bagian Bhopal India antara tahun 1819 dan 1926.

Masjid Shah Jahan adalah tempat ibadah bagi anggota Muslim rumah tangga Ratu Victoria termasuk Abdul Karim, subjek film Victoria & Abdul 2017.

Ketika Leitner meninggal pada tahun 1899, masjid itu tidak digunakan lagi. Kemudian, umat Islam memperbaikinya dan membuka kembali pada tahun 1913.

Orang Inggris terkemuka yang masuk Islam, termasuk Lord Headley, yang merupakan orang Inggris paling terkenal yang masuk Islam di awal abad ke-20, mendukung adanya masjid tersebut.

Selama Perang Dunia I, imam masjid mengajukan petisi kepada pemerintah Inggris untuk memberikan tanah di dekat masjid sebagai kuburan.

Permohonan itu lantas diberikan, di mana 19 tentara British Indian dimakamkan di sana pada tahun 1917. Karya berjudul Islamic Review diterbitkan dari masjid Woking ini, termasuk terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Inggris dan publikasi lainnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini