In Picture: Nasib Negara Timur Tengah Mendapatkan Vaksin Covid-19

Jumat , 11 Dec 2020, 09:35 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Pfizer merupakan satu dari banyak perusahaan farmasi yang berlomba-lomba menyediakan vaksin Covid-19 di pasar.BioNTech dan Pfizer pada Senin (27/7) memulai uji klinis terakhir atau tahap III untuk calon vaksinnya guna mengetahui khasiat anti virus tersebut. Ilustrasi vaksin. Hasil survei penerimaan vaksin Covid-19 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) yang didukung UNICEF dan WHO menunjukan bahwa mayoritas masyarakat siap divaksin Covid-19.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Bulan ini, vaksin Covid-19 akan mulai diluncurkan ke pasien di seluruh dunia. Beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika Utara telah memesan vaksin dari produsen seperti Pfizer BioNTech  dan Moderna. Sementara beberapa negara lain, tidak memiliki sumber daya untuk membeli atau menyimpan vaksin virus corona. Berikut upaya negara-negara di kawasan tersebut untuk mendapatkan vaksin Covid-19 seperti dilansir Middle East Eye.

 

Terkait

1.Aljazair

Awal bulan ini, Menteri Kesehatan, Abdel Rahman Ben Bouzid mengatakan kepada Radio Aljazair bahwa pihak berwenang Algiers telah memulai negosiasi dengan beberapa perusahaan internasional yang mengembangkan vaksin. Direktur Badan Keamanan Kesehatan Negara, Kamel Senhadji menyebut sedang melakukan persiapan.

"Saat ini kami sedang mempelajari semua vaksin secara ilmiah. Jika disetujui, kami akan memulai operasi vaksinasi sebulan dari Januari secara bertahap," kata Senhadji dilansir Middle East Eye, Kamis (10/12). Aljazair belum mengumumkan vaksin apa yang telah dibeli.

2.Bahrain

Pada 4 Desember, Bahrain menjadi negara kedua setelah Inggris yang memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer BioNTech Covid-19. Negara itu tidak mengungkapkan berapa banyak dosis yang telah dibeli atau kapan vaksinasi akan dimulai.

Pada November, vaksin Sinopharm China disetujui untuk digunakan hanya untuk pekerja di garda depan. Sejauh ini, sekitar 6.000 orang telah terinfeksi virus tersebut. Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad mengajukan diri untuk uji coba fase tiga dalam vaksin yang dikembangkan secara lokal pada September.

3.Mesir

Menteri Keuangan dan Kesehatan Mesir telah melakukan pembicaraan untuk menerima 20 juta dosis vaksin melalui COVAX. Ini merupakan sebuah inisiatif internasional untuk membuat vaksin tersedia secara merata dengan cara berbeda. Mesir juga berusaha memperoleh jutaan dosis vaksin Oxford-AstraZeneca.

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengumumkan pada akhir November, mereka telah setuju untuk memasok Mesir dengan 25 juta dosis vaksin Sputnik-V-nya. Pesanan akan memasok 45 juta dosis vaksin. Dengan dua dosis yang diperlukan untuk setiap pasien, Mesir akan mampu menutupi hampir seperempat populasinya yang berjumlah 100 juta.

4.Iran

Kepala Bank Sentral Iran mengatakan Amerika Serikat berusaha memblokir upaya Iran untuk mengamankan vaksin melalui COVAX. Iran, negara Timur Tengah yang paling terpukul oleh pandemi dengan lebih dari 50.000 kematian yang tercatat, mengatakan pihaknya berencana untuk menggunakan vaksin asing sambil mengembangkannya sendiri. Menteri Kesehatan Saeed Namaki menyarankan empat perusahaan Iran sedang mengembangkan vaksin. Pada 3 Desember Iran mencapai 1 juta kasus Covid-19.

5.Kuwait

Kuwait telah mencapai kesepakatan untuk mengimpor 1 juta dosis dari Pfizer, 1,7 juta dosis dari Moderna, dan 3 juta dosis dari vaksin Oxford-AstraZeneca. Karena setiap individu membutuhkan dua dosis vaksin, jumlah ini akan mencakup sekitar 2,5 juta orang, sekitar 60 persen dari populasi Kuwait.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini