Demi Halal, Kartu Kredit Ini Tolak Transaksi di Meja Judi

Ahad , 20 Dec 2020, 09:39 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (layar kanan), Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Bukhari (layar kiri), Direktur Mastercard Indonesia Arief Kusuma (kiri) dan Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah Rima Dwi Permatasari (kanan) saat peluncuran Kartu Pembiayaan BNI iB Hasanah Card Desain Khusus Qanun Aceh secara virtual, Jakarta, Sabtu (19/12). BNI Syariah berharap peluncuran Kartu Pembiayaan BNI iB Hasanah Card Desain Khusus Qanun Aceh dapat semakin mengkokohkan posisi Hasanah Card sebagai kartu pembiayaan yang dimiliki oleh satu-satunya bank umum syariah.Prayogi/Republika
Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo (layar kanan), Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Bukhari (layar kiri), Direktur Mastercard Indonesia Arief Kusuma (kiri) dan Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah Rima Dwi Permatasari (kanan) saat peluncuran Kartu Pembiayaan BNI iB Hasanah Card Desain Khusus Qanun Aceh secara virtual, Jakarta, Sabtu (19/12). BNI Syariah berharap peluncuran Kartu Pembiayaan BNI iB Hasanah Card Desain Khusus Qanun Aceh dapat semakin mengkokohkan posisi Hasanah Card sebagai kartu pembiayaan yang dimiliki oleh satu-satunya bank umum syariah.Prayogi/Republika

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Mastercard menyatakan komitmennya untuk melayani kebutuhan transaksi digital umat Muslim dengan  aman dan nyaman. Head of Account Management Mastercard Indonesia, Arief Kusuma mengatakan salah satu caranya dengan bekerja sama dengan BNI Syariah dalam rangka meningkatkan ekonomi syariah melalui Qanun Aceh.Komitmen tersebut tampak dengan layanan kartu kredit yang menolak transaksi di merchant non halal. 

 

Terkait

"Mastercard bangga dapat bermitra dengan BNI Syariah untuk peluncuran solusi pembayaran seperti BNI iB Hasanah Card Desain Khusus Qanun Aceh yang dapat memenuhi kebutuhan para konsumen saat ini," katanya dalam peluncuran, Sabtu (20/12).

Melalui kemitraan ini, BNI Syariah dan Mastercard menyediakan alat pembayaran yang canggih dan aman untuk para nasabah dengan penerimaan global serta kemampuan transaksi online. Selain itu, kolaborasi ini  merupakan bentuk komitmen BNI Syariah dan Mastercard untuk mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia.

BNI iB Hasanah Card memiliki perbedaan dengan kartu kredit bank konvensional. Diantaranya akad berdasar syariah, tidak ada denda keterlambatan, tidak ada biaya overlimit, dan pengenaan biaya yang sudah jelas di depan, yaitu monthly fee. Biaya yang dikenakan kepada nasabah pun sudah dapat diketahui di depan.

BNI iB Hasanah Card hanya dapat bertransaksi di merchant halal di seluruh dunia pada merchant yang berlogo MasterCard. Jika pengguna BNI iB Hasanah Card menggunakan kartu pembiayaan ini untuk transaksi di merchant non halal seperti pub, diskotik, tempat perjudian, karaoke, escort services maka akan otomatis tertolak.

Ada beberapa promo Transaksi Hijrah Hasanah menggunakan BNI iB Hasanah Card Desain Khusus Qanun Aceh periode sampai September 2021 diantaranya adalah promo hotel dengan potongan harga sampai 50 persen, promo supermarket dengan potongan harga sampai Rp 50 ribu dan promo rumah makan.

Berdasarkan riset dari State of the Global Islamic Economy Report tahun 2019, industri halal menyimpan potensi besar yaitu sebesar 2,2 triliun dolar AS. Potensi industri halal ini terdiri dari halal food, fashion, media, tourism, pharmacy, cosmetics dan umrah. Dengan dukungan Pemerintah dan regulator, industri perbankan syariah kedepannya diharapkan tumbuh secara eksponensial, sehingga meningkatkan perekonomian Indonesia.

Direktur BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan dengan potensi halal tersebut, diharapkan BNI iB Hasanah Card bisa menjadi satu satunya alat transaksi halal yang dapat mendorong perkembangan ekosistem halal di Indonesia, termasuk Aceh. Sepanjang 10 tahun BNI Syariah hadir melayani masyarakat, BNI Syariah terus mencatat kinerja yang positif dan stabil."Terbukti hingga triwulan III tahun 2020, BNI Syariah berhasil mencatat realisasi pembiayaan sebesar Rp 32,28 triliun dengan komposisi pembiayaan yang seimbang," katanya.

Ia bersyukur kehadiran BNI Syariah diterima dengan baik oleh masyarakat Aceh dan sekitarnya. Terbukti per September 2020, BNI Syariah Kantor Cabang Aceh dan Lhokseumawe telah menghimpun DPK sebesar Rp 3,1 triliun dan pembiayaan sebesar Rp 700 miliar.

Sampai November 2020, jumlah pengguna BNI iB Hasanah Card sendiri sebanyak 349,253 dengan sales volume sebesar Rp 895,2 miliar. Sedangkan jumlah pengguna BNI iB Hasanah Card Aceh sampai November 2020 sebesar 1.053 pengguna.

Saat ini BNI Syariah mempunyai 34 outlet di Aceh, yang terdiri atas 2 Kantor Cabang (KC), 27 kantor cabang pembantu (KCP), dan 5 payment point. Setelah proses konversi aset BNI konvensional ke syariah selesai, pada tahun depan, total bisnis BNI yang akan dimigrasikan ke BNI Syariah hingga batas akhir pelaksanaan Qanun adalah DPK sebesar Rp 3 triliun dan pembiayaan sebesar Rp 1,6 triliun.

Didukung kuatnya sinergi dengan BNI Group, BNI Syariah siap memberikan kemudahan transaksi dan memfasilitasi pembayaran zakat, infaq, sedekah, dan wakaf bagi seluruh masyarakat melalui channel ATM dan teller di lebih dari 375 outlet BNI Syariah dan 1.747 Outlet BNI yang melayani pembukaan rekening syariah di seluruh Indonesia, serta layanan e-banking melalui BNI SMS Banking, BNI Mobile Banking, dan BNI Internet Banking.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini