Lava Pijar dan Awan Panas Merapi Kembali Muncul

Rabu , 13 Jan 2021, 17:27 WIB Reporter :Wahyu Suryana/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Gunung Merapi mengalami guguran terlihat dari Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (11/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Senin (11/1) pukul 06:00-12:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran sebanyak 49 kali dengan Amplitudo 4-29 mm dan Durasi 8-117 detik.
Gunung Merapi mengalami guguran terlihat dari Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (11/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Senin (11/1) pukul 06:00-12:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran sebanyak 49 kali dengan Amplitudo 4-29 mm dan Durasi 8-117 detik.

IHRAM.CO.ID, SLEMAN -- Gunung Merapi terus keluarkan aktivitas vulkanik yang tinggi selama fase erupsi 2021. Pada Rabu (13/1) pagi, Gunung Merapi tidak cuma keluarkan aktivitas vulkanik berupa guguran lava pijar, tapi juga guguran awan panas.

 

Terkait

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, pada periode pengamatan 00.00-06.00 terjadi tiga kali guguran lava pijar. Guguran teramati berjarak luncur 400-500 meter ke hulu Kali Krasak.

Sayang, asap kawah dari guguran-guguran tersebut tidak dapat teramati. Selain itu, Gunung Merapi mengeluarkan aktivitas vulkanik berupa 46 gempa guguran, dua gempa hembusan, delapan gempa fase banyak dan tiga gempa vulkanik.

Kemudian, pada periode pengamatan 06.00-12.00, tercatat satu kali guguran awan panas dikeluarkan Gunung Merapi. Petugas Pos PGM Kaliurang, Heru Suparwaka melaporkan, amplitudo awan panas maksimal 16 milimeter dan durasi 141 detik.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah," kata Heru, Rabu (13/1).

Selain itu, selama enam jam terakhir telah terjadi 48 gempa guguran, tiga gempa hembusan, 11 gempa fase banyak dan satu gempa vulkanik dangkal. Per 13 Januari 2021, volume kubah lava di sisi barat daya sebesar 4.600 meter kubik.

BPPTKG terus merekomendasikan Pemkab Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten melakukan upaya-upaya mitigasi erupsi yang bisa terjadi tiap saat. Penambangan di alur-alur sungai berhulu Gunung Merapi dalam KRB III diminta dihentikan.

Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB II, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merpai. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, BPPTKG akan meninjau kembali status aktivitas Gunung Merapi. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini