Selasa 02 Feb 2021 17:52 WIB

Guru di Turki akan Divaksin Jelang Pembukaan Sekolah Maret

Siswa sekolah dasar akan masuk kelas dua kali dalam sepekan.

Guru di Turki akan Divaksin Jelang Pembukaan Sekolah Maret (ilustrasi).
Foto: Republika
Guru di Turki akan Divaksin Jelang Pembukaan Sekolah Maret (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,ANKARA -- Para guru di Turki akan mendapat suntikan vaksin COVID-19 pada Februari, seiring dengan persiapan nasional secara bertahap untuk pembukaan kembali sekolah pada awal Maret, demikian menurut Menteri Pendidikan Ziya Selcuk, Selasa.

"Kami berencana untuk memberikan vaksin kepada para guru, yang akan memulai pendidikan secara langsung, dalam Februari ini," kata Selcuk.

Presiden Tayyip Erdogan mengumumkan pembukaan sekolah pada Senin (1/2) usai rapat kabinet, dengan menyebut sebagian di desa kecil akan mulai lebih dulu khusus untuk sekolah dasar, yakni pada 15 Februari, sementara tingkat dan kelompok usia lainnya pada 1 Maret.

Menteri Selcuk, berbicara dalam pidato di televisi, mengatakan semua taman kanak-kanak juga akan dibuka penuh pada 15 Februari.

Siswa sekolah dasar akan masuk kelas dua kali dalam sepekan, sedangkan siswa kelas 8 dan 12 yang belajar untuk persiapan ujian masuk SMA dan perguruan tinggi akan bersekolah penuh waktu seperti biasa.

Pemerintah telah menyiapkan rencana "program komprehensif" sebagai pengganti pembelajaran yang hilang selama pandemi, kata Selcuk. Namun ia menambahkan bahwa para siswa tidak akan dianggap absen jika orang tua menginginkan anaknya melanjutkan sekolah daring.

Sejauh ini, Turki mencatat hampir 2,5 juta kasus dan lebih dari 26.000 kasus kematian sejak awal COVID-19 masuk ke negara itu pada Maret 2020. Sebanyak 2,2 juta orang telah mendapat suntikan vaksin Sinovac, menurut data Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, Turki menutup sekolah sesaat setelah wabah muncul dan menunda pembukaan kembali. Sejak Desember tahun lalu, pemerintah telah menerapkan jam malam di hari kerja dan penutupan wilayah di akhir pekan demi menahan lonjakan kasus.

Sumber: Reuters

 

sumber : ANTARA/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement