Kamis 25 Feb 2021 09:21 WIB

Italia akan Perpanjang Pembatasan Virus Corona Hingga Paskah

Varian virus yang ditemukan di Inggris, Afsel, dan Brasil makin terdeteksi di Italia.

Italia akan Perpanjang Pembatasan Virus Corona Hingga Paskah. Orang-orang berjalan selama peresmian pusat baru untuk vaksinasi Covid-19 yang didirikan oleh Perusahaan Kesehatan Lokal Roma 1 di Auditorium - Taman Musik, di Roma, Italia, 15 Februari 2021.
Foto: EPA-EFE/MASSIMO PERCOSSI
Italia akan Perpanjang Pembatasan Virus Corona Hingga Paskah. Orang-orang berjalan selama peresmian pusat baru untuk vaksinasi Covid-19 yang didirikan oleh Perusahaan Kesehatan Lokal Roma 1 di Auditorium - Taman Musik, di Roma, Italia, 15 Februari 2021.

IHRAM.CO.ID, ROMA -- Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza mengatakan akan memperpanjang pembatasan virus corona hingga setelah Paskah, Rabu (24/2). Italia, salah satu negara yang paling terpukul oleh Covid-19, telah mengalami penurunan kasus harian dari sekitar 40 ribu pada November menjadi di bawah 15 ribu saat ini.

Tetapi, para pejabat khawatir pelonggaran pembatasan dapat menyebabkan lonjakan infeksi yang didorong oleh varian baru yang sangat menular. "Kondisi epidemiologi tidak memungkinkan kami melonggarkan pembatasan," ujar Speranza kepada parlemen.

Baca Juga

Ia menambahkan varian virus yang pertama kali ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil semakin terdeteksi di Italia. Pemerintah memberlakukan serangkaian pembatasan sebelum Natal, beberapa di antaranya akan berakhir minggu depan.

Speranza mengatakan peraturan baru akan dikeluarkan dalam waktu dekat, dan akan berlaku hingga 6 April, di akhir liburan Paskah. Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut, tetapi bioskop, teater, dan pusat kebugaran tampaknya akan tetap tutup.

Jam buka untuk bar dan restoran hampir pasti akan sangat terbatas. Untuk mengatasi kasus baru Covid-19, kabinet baru Perdana Menteri Mario Draghi awal pekan ini memperpanjang larangan perjalanan tidak penting antara 20 wilayah negara itu.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement