Menag Sebut Kemungkinan Naiknya Biaya Haji

Senin , 15 Mar 2021, 13:11 WIB Reporter :Febrianto Adi Saputro/ Redaktur : Esthi Maharani
Suasana rapat kerja Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3). Rapat tersebut membahas Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M dan Vaksinasi Jamaah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M.Prayogi/Republika.
Suasana rapat kerja Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3). Rapat tersebut membahas Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M dan Vaksinasi Jamaah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M.Prayogi/Republika.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan pelaksanaan haji di masa pandemi akan berdampak pada naiknya biaya haji. Ia mengatakan ada sejumlah variabel yang berpengaruh pembiayaan masa ibadah haji di tahun ini, yaitu kuota, protokol kesehatan, pajak tambahan, dan kurs.

 

Terkait

"Secara matematis makin kecil kouta jamaah yang diberangkatkan, maka semakin besar beban biaya perorangnya," jelasnya dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Memteri Kesehatan, dan Menteri Perhubungan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3).

Yaqut menambahkan, salah satu variabel penentu penambahan biaya haji adalah penetapan prokes pada aspek transportasi. Kemenag berharap ada kesepahaman antara sinkronisasi dari kemenkes dan penerapannya dalam transportasi menurut Kemenhub terutama mengenai jarak fisik atau physical distancing dan persyratan test swab.

"Adanya sinkronisasi antara ketentuan protokol kesehatan memudahkan kami dalam mengimplementasikan skenario sekaligus menghitung biaya secara lebih tepat," tuturnya.

Sementara itu, pemerintah mengaku hingga saat ini belum mendapat kepastian dari kerajaan Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji 1442 H/2021 M. Meski demikian, pemerintah menegaskan tetap melakukan persiapan pelaksaan ibadah haji.

"Kami terus melakukan upaya diplomasi dengan berbagai otoritas di Arab Saudi antara lain dengan duta besar kerajaan Arab Saudi untuk Indoensia, menteri urusan haji dan umroh Arab Saudi serta lembaga-lembaga terkait lainnya baik pertemuan tatap muka langsung, melalui video conference, melalui telepon maupun melalui surat," kata Yaqut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini