Wapres Ajak Akademisi Promosikan Sikap Toleran

Selasa , 06 Apr 2021, 10:58 WIB Reporter :Fauziah Mursid/ Redaktur : Esthi Maharani
Wakil Presiden Ma
Wakil Presiden Ma

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak peran serta lulusan perguruan tinggi maupun sivitas akademika terus mempromosikan sikap toleran di lingkungannya maupun masyarakat sekitar. Wapres menekankan, sikap toleran yang dimaksud meliputi perilaku menerima dan menghargai perbedaan, menolak segala bentuk tindak kekerasan, termasuk yang dilakukan atas nama agama, baik secara verbal maupun fisik.

 

Terkait

"Ini mencencermati fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, dimana terorisme kembali mengganggu kedamaian tanah air," kata Wapres saat menghadiri wisuda Program Sarjana ke-60, Program Magister ke-24, dan Program Doktor ke-8 Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS), Selasa (6/4).

Ia menjelaskan, adanya serangan teror di beberapa waktu terakhir membuktikan masih mudahnya gagasan radikalisme masuk ke dalam pikiran seseorang. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang majemuk, ia pun berharap semua pihak membangun rasa aman dan kewaspadaan bersama, serta berkewajiban untuk memelihara kesatuan dan persatuan bangsa.

"Saya ingin berpesan, baik kepada saudara-saudara wisudawan, maupun kepada jajaran civitas akademika UNKRIS sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk terus menerus mempromosikan sikap toleran," ungkapnya.

Karena itu, ia meminta agar semua masyarakat terus menjaga  kerukunan dan persatuan bangsa melalui empat bingkai, yaitu bingkai teologis dengan mengedepankan teologi kerukunan, bingkai politik dengan penguatan empat konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bingkai sosiologis melalui pendekatan sosio kultural dan kearifan lokal, dan bingkai yuridis dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

"Hanya dengan cara ini kita akan dapat menjaga kerukunan, keharmonisan, dan keutuhan bangsa kita," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga berharap perguruan tinggi dapat terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, serta masyarakat agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan nyata saat ini. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi penting untuk menghasilkan SDM yang dapat melahirkan inovasi-inovasi yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan masyarakat.

Sebab sinergi dan inovasi memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan sebuah negara yang dibuktikan dalam laporan Global Innovation Index (GII) 2020, negara-negara yang memiliki skor inovasi yang tinggi juga memiliki PDB per kapita yang lebih tinggi.

Ia mengungkap peringkat Indonesia dalam Data Global Innovation Index (GII) 2020 berada di posisi 85 dari 131 negara di dunia.

"Menurut laporan yang sama tahun sebelumnya, posisi Indonesia di ASEAN, peringkat inovasinya ada di atas Kamboja  (peringkat terbawah). Sementara Singapura yang ada di peringkat ke-8 dan Malaysia (peringkat ke-35), ekonominya berbanding lurus dengan budaya inovasinya," kata Ma'ruf.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini