Jumat 23 Apr 2021 07:58 WIB

Gunung Kidul Berlakukan E-Ticketing di Lima Objek Wisata

Seluruh titik layanan tersebut sudah aktif dan bisa digunakan wisatawan.

Gunung Kidul Berlakukan E-Ticketing di Lima Objek Wisata (ilustrasi).
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Gunung Kidul Berlakukan E-Ticketing di Lima Objek Wisata (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,GUNUNG KIDUL -- Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memberlakukan e-ticketing di lima titik objek wisata dalam rangka mengatasi kebocoran dan mengantisipasi antrean panjang kendaraan wisatawan yang berkunjung di objek wisata saat libur.

Kepala Dispar Gunung Kidul Asti Wijayanti mengatakan e-ticketing akan dipasang di Nglanggeran, Gua Kalisuci, TPR JJLS, Telaga Jonge dan Gunung Ireng. "Berdasarkan uji coba di TPR Baron, e-Ticketing ini sangat efisien dan memangkas antrean panjang kendaraan wisatawan, khususnya saat libur akhir pekan," kata Asti, Kamis (23/4).

Ia mengatakan seluruh titik layanan tersebut sudah aktif dan bisa digunakan wisatawan. Untuk penyelenggaraan e-Ticketing ini, Dispar menggandeng dua bank untuk membantu menyediakan fasilitas layanan.

Namun demikian, ia mengakui layanan e-Ticketing masih terbilang minim kerena belum banyak yang mengetahui adanya layanan pembayaran secara non-tunai tersebut. Rencananya, Dispar Gunung Kidul akan mengoptimalkan layanan e-Ticketing pada saat libur Lebaran nanti.

Hal itu sebagai bagian dari upaya meminimalisir kontak langsung dan mencegah terjadinya penyebaran COVID-19. "Kami mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat luas bahwa untuk masuk ke objek wisata di Gunung Kidul sudah menggunakan e-Ticketing, agar mereka tahu dan bersedia menggunakan," katanya.

Sementara itu, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengharapkan layanan e-Ticketing tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tapi juga kualitas. Khususnya dalam teknis penggunaan layanan tersebut. Menurutnya, kemampuan dari sumber daya manusia (SDM) yang terlibat perlu ditingkatkan. Dengan demikian penggunaan e-Ticketing akan lebih optimal.

"Sehebat apapun teknologinya tapi kalau SDMnya kurang tentu sama saja. Jadi perlu ada peningkatan kapasitas," katanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement