Senin 26 Apr 2021 18:39 WIB

Pembangunan Bandara Kediri Capai 51 Persen

50 Persen warga di daerah terdampak dilibatkan dalam proyek pembangunan bandara.

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan bandara di Desa Bulusari, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2020). Proyek strategis nasional tersebut membutuhkan lahan seluas 400 hektar dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun
Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan bandara di Desa Bulusari, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2020). Proyek strategis nasional tersebut membutuhkan lahan seluas 400 hektar dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Pengerjaan tanah untuk pembangunan Bandar Udara Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini mencapai 51 persen dan direncanakan awal 2023 sudah mulai beroperasi untuk penerbangan komersial.

"Untuk pengerjaan tanah 51 persen, sesuai dengan target, sudah tercapai. Seharusnya dengan target itu di awal 2023 terpenuhi," kata Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDI) Maksin Arisandi.

Ia juga menambahkan, dalam pengerjaan proyek tersebut juga melibatkan langsung warga sekitar. Ada lebih dari 50 persen warga di daerah yang terdampak langsung proyek pembangunan bandara dilibatkan dalam pekerjaan tersebut.

Empat desa itu adalan Desa Jatirejo di Kecamatan Banyakan, Grogol di Kecamatan Grogol, Bulusari dan Tarokan di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. "Jadi, untuk pekerjaan ini lebih dari 50 persen dilibatkan. Jadi, terdampak langsung ada empat desa, yakni Desa Jatirejo, Grogol, Bulusari, dan Tarokan. Keseluruhan diserap (tenaga kerja) lebih dari 50 persen," kata Maksin.

Pihaknya juga menambahkan dalam pengerjaan proyek tersebut memang fokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar. Setelah proyek selesai, dengan mengedepankan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan, mereka juga akan dilibatkan. Bagi yang tidak memenuhi kualifikasi pun juga akan dilibatkan.

"Kalau warga sekitar yang tidak memenuhi kualifikasi pasti akan dilibatkan. Kenapa harus mengambil yang jauh, jika ada yang dekat," kata dia.

Bupati Kediri Haninditho Himawan Pramana mengapresiasi progres dari pembangunan bandar udara tersebut. Kendati masih ada lahan yang belum terbebaskan, dirinya optimistis pembangunan bisa selesai sesuai dengan rencana awal. Apalagi dari informasi yang diterimanya, awal 2023 diharapkan sudah beroperasi.

"Ada beberapa lahan yang masih kurang, itu 0,4 persen dari total keseluruhan bandara. Artinya, saya rasa PT Gudang Garam, dalam hal ini sudah mengomunikasikan dengan baik kepada pihak-pihak yang terkena pembebasan (lahan)," kata Bupati Kediri.

Groundbreaking pembangunan bandara di Kabupaten Kediri telah dilakukan pada 15 April 2020. Peletakan batu pertama pembangunan Bandara Dhoho, Kediri, itu dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual karena pandemi Covid-19.

Bandara Kediri yang berada di Kabupaten Kediri bagian barat itu menjadi bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan 100 persen dana investasi swasta oleh PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Sesuai rencana, lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara sekitar 300-400 hektare.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement