Rabu 28 Apr 2021 18:03 WIB

Pariwisata Halal untuk Mudahkan Wisatawan Beribadah

Kemenparekraf resmikan pariwisata halal untuk mudahkan wisatawan beribadah

Pemandangan Pantai Senggigi terlihat sepi karena wabah coronavirus (COVID-19) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia pada 12 Maret 2020. Menurut Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat mencatat bahwa hunian hotel di kawasan wisata Lombok, mulai dari 30 hingga 40%. Indonesia mengalami penurunan kedatangan wisatawan akibat wabah dan penyebaran COVID-19.
Foto: Anadolu Agency
Pemandangan Pantai Senggigi terlihat sepi karena wabah coronavirus (COVID-19) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia pada 12 Maret 2020. Menurut Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat mencatat bahwa hunian hotel di kawasan wisata Lombok, mulai dari 30 hingga 40%. Indonesia mengalami penurunan kedatangan wisatawan akibat wabah dan penyebaran COVID-19.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia tengah berupaya membangkitkan ekonomi kreatif melalui pariwisata halal.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Raden Kurleni Ukar mengatakan pariwisata halal jadi kesempatan untuk menarik wisatawan ke Indonesia dengan mengedepankan unsur ibadah.

“Teman-teman di biro perjalanan sudah mulai membuat paket-paket wisata semacam itu,” ucap Kurleni dalam diskusi Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi, Selasa.

Menurut dia, pariwisata halal juga secara khusus bisa menarik wisatawan asal Timur Tengah yang tak bisa berlibur ke Amerika Serikat ataupun Eropa akibat Covid-19.

“Nah ini adalah kesempatan supaya kita bisa menangkap peluang ini,” tambah Kurleni.

Dia juga menjelaskan bahwa pariwisata halal bukan soal destinasi melainkan layanan tambahan untuk membuat wisatawan muslim lebih nyaman dalam melakukan ibadah selama bepergian.

“Sebetulnya wisatawan datang ke Indonesia bukan karena destinasi itu dianggap destinasi halal tetapi halal tourism ini merupakan layanan tambahan,” lanjut dia.

Ekonom Centre of Reform on Economics (Core) Akhmad Akbar mendukung penuh pariwisata halal karena jadi cara baru untuk memperkuat industri pariwisata.

Namun dia menyarankan, konsep ini tetap melakukan berbagai penyesuaian agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Terus sosialisasikan apa itu pariwisata halal agar bisa berkembang cepat setelah pandemi Covid-19 berakhir,” imbuh Akbar.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno resmi mencanangkan pariwisata halal di Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada Senin.

Bertempat di Pantai Carocok Painan, Sandiaga menabuh genderang pariwisata halal didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar dan wakilnya, serta anggota DPR Andre Rosiade.

Menurut Sandiaga, pariwisata halal merupakan layanan tambahan bagi wisatawan muslim.

“Wisatawan mencari layanan tambahan untuk mendapat kemudahan dalam mencari makanan halal dan tempat beribadah,” ucap dia.

Dia juga mengatakan muncul tempat menarik yang baru untuk pariwisata halal di Indonesia seperti di Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Banten.

“Tak hanya di Aceh, Nusa Tenggara Barat, atau Sumatera Barat,” ujar Sandiaga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement