BPBD: Butuh Sembilan Sirene Peringatan Tsunami

Selasa , 25 May 2021, 22:05 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Petugas menguji coba alat Intergrated Tsunami Siren System (ITSS) di Pos Sar BPBD Anyer, Serang, Banten, Kamis (26/11/2020). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan uji coba sirine peringatan bencana tsunami terintegrasi ITSS pertama di Banten guna dapat memberikan informasi peringatan dini tsunami yang cepat, akurat, luas, serta mudah dipahami masyarakat.
Petugas menguji coba alat Intergrated Tsunami Siren System (ITSS) di Pos Sar BPBD Anyer, Serang, Banten, Kamis (26/11/2020). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan uji coba sirine peringatan bencana tsunami terintegrasi ITSS pertama di Banten guna dapat memberikan informasi peringatan dini tsunami yang cepat, akurat, luas, serta mudah dipahami masyarakat.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten membutuhkan sembilan sirene untuk memperingatkan bencana tsunami."Alat sirene sebagai tanda alarm peringatan tsunami atau Early Warning System (EWS) itu sangat bermanfaat karena ada waktu 30 menit setelah bunyi keras, warga bisa menyelamatkan diri ke lokasi yang aman," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Provinsi Banten Sumardi di Lebak, Selasa (25/5).

 

Terkait

Pemerintah Provinsi Banten yang sudah memasang alat EWS itu di tiga titik pesisir yakni Pantai Pasauran, Labuan dan Panimbang Kabupaten Pandeglang.Pemasangan sirine itu tentu sangat penting untuk mengurangi risiko kebencanaan, karena menyampaikan peringatan bunyi suara keras hingga berlangsung lima menit dan bisa terdengar sampai tiga kilometer dari pesisir pantai.

Baca Juga

Selama bunyi sirene itu, kata dia, masyarakat pesisir bisa menyelamatkan diri ke lokasi-lokasi jalur evakuasi guna menghindari korban bencana tsunami.Penyelamatan itu bisa dilakukan selama 30 menit setelah terjadinya gempa tektonik dari sebelum terjadi gelombang tsunami.

"Kami berharap tahun ini bisa terpasang sembilan alat EWS tsunami antara lain pesisir Pantai Sawarna, Bayah, Panggaran, Cihara, Pagelaran, Sukamanah Wanasalam, Binuangeun dan Sumur," katanya menjelaskan.