Air Zamzam Ternyata Pernah Kering dan tak Lagi Mengalir

Rabu , 02 Jun 2021, 11:08 WIB Reporter :Rossi Handayani/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Suku Jurhum pernah menguasai sumur Zamzam era Jahiliyah. Bangunan sumur zamzam di Masjidil Haram pada 1935.
Suku Jurhum pernah menguasai sumur Zamzam era Jahiliyah. Bangunan sumur zamzam di Masjidil Haram pada 1935.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Biasanya, seorang Muslim usai melakukan sholat dua rakaat tawaf, mereka disunnahkan untuk meminum air zamzam sebanyak mungkin. Namun ternyata air zamzam yang tak berhenti mengalir ini pernah berangsur habis dan kering. 

 

Terkait

Dikutip dari buku Bekal Haji karya Ustadz Firanda Andirja, hal ini terjadi saar kabilah Jurhum menguasai air zamzam. Setelah dewasa, Ismail alaihissallam menikah dengan wanita dari kabilah Jurhum dan mempunyai banyak anak. Setelah Nabi Ismail meninggal, kekuasaan Kota Makkah dipegang Suku Jurhum.  

Baca Juga

Pada saat itu, Kabilah Jurhum menguasai air zamzam dan tinggal dalam waktu yang lama. Namun, suku Jurhum tidak mengurus tanah suci Makkah dengan baik. Mereka melanggar kehormatan Baitullah.  

Mereka juga mengambil dan memakan harta yang dihadiahkan untuk Ka'bah secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Mereka juga melanggar berbagai perkara yang besar, akhirnya, nikmat Allah berupa air zamzam pun dicabut sedikit demi sedikit hingga air itu pun berangsur-angsur habis dan kering. Tempatnya pun semakin terlupakan dan ditinggalkan hingga akhirnya tidak dapat dikenaili.  

Dalam kitab Akhbaar Makkah, Al-Azruqi menyebutkan kisah dan tingkah laku orang-orang Jurhum yang menjadi penyebab terusirnya mereka dari Ka’bah dan tanah Al-Haram. Dia juga menyebutkan bagaimana mereka diperangi dan banyak yang terbunuh oleh kabilah Khuzaah.  

Sementara itu, mereka yang selamat keluar dalam keadaan hina dan tidak berdaya. Allah pun menjadikan suku Khuza'ah sebagai penguasa kota Makkah. Merekalah yang mengusir kabilah Jurhum dari tanah haram. Era Jurhum pun habis karena kekalahan dalam perang melawan Khuza'ah. Meskipun demikian, lokasi air zamzam pada saat itu sudah tidak dapat diketahui hingga akhirnya kakek Nabi ﷺ, Abdul Mutthalib bin Hasyim dikehendaki dan dipilih Allah untuk menemukan zamzam kembali.  

Sumur zamzam pun makin terlupakan sampai tiba masa kelahiran Rasulullah ﷺ . Tabir itu pun akhirnya tersingkap melalui mimpi yang didapat Abdul Mutthalib. Maka, dimulailah pencarian terhadap Zamzam.    

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini