Forum Pemuda Kerja Sama Islam Bahas Pelanggaran Israel

Kamis , 03 Jun 2021, 18:49 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
Forum Pemuda Kerjasama Islam Bahas Pelanggaran Israel. Foto: Relawan Palestina membersihkan puing-puing dan membersihkan jalan di Kota Gaza, pada 29 Mei 2021, lebih dari seminggu setelah gencatan senjata mengakhiri 11 hari permusuhan antara Israel dan Hamas
Forum Pemuda Kerjasama Islam Bahas Pelanggaran Israel. Foto: Relawan Palestina membersihkan puing-puing dan membersihkan jalan di Kota Gaza, pada 29 Mei 2021, lebih dari seminggu setelah gencatan senjata mengakhiri 11 hari permusuhan antara Israel dan Hamas

IHRAM.CO.ID, ISTANBUL -- Forum Pemuda Kerjasama Islam (ICYF) melakukan webinar tentang pelanggaran hak asasi manusia di Palestina, Rabu (2/6). Dalam kesempatan itu, mereka menekankan pentingnya dokumentasi pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel.

 

Terkait

Hadir dalam webinar, yaitu, Presiden ICYF Taha Ayhan, Menteri Pemuda dan Olahraga Mehmet Muharrem Kasapoğlu, Presiden Dewan Tinggi Palestina untuk Pemuda dan Olahraga Jibril Rajoub, serta perwakilan dan pejabat dari dunia Islam.

Baca Juga

Ayhan lantas mengulangi seruan implementasi resolusi PBB tentang Palestina dan Yerusalem. Ia memperhatikan masalah Palestina dan Yerusalem merupakan motivasi utama untuk pembentukan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Sangat penting mengungkap serangan Israel terhadap Palestina dan dunia disadarkan akan ketidakadilan ini. Penyerahan dokumen yang merinci kekejaman dan bukti yang mengungkap tindakan ketidakadilan ini ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) adalah yang paling penting. Sangat penting untuk menunjukkan kepada dunia ketidakadilan yang parah ini," kata dia dikutip di Daily Sabah, Kamis (3/6).

Ayhan menutup perbincangan dengan menekankan gentingnya masalah di Palestina dan mengingatkan dunia Muslim tentang pentingnya persatuan dan kerjasama yang erat dalam komunitas Muslim. Ia menyebut perjuangan Palestina hanya bisa dimenangkan jika kita semua pihak bersatu.

Serangan yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki bulan lalu menewaskan sedikitnya 289 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Serangan ini meninggalkan jejak kehancuran yang besar.

Pusat kesehatan, sekolah, dan kantor media termasuk di antara bangunan yang dihancurkan pasukan Israel dengan impunitas dalam serangan udara 11 hari di Jalur Gaza yang terkepung.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini