Sekitar 2.000 Calhaj Tasikmalaya Kembali Batal Berangkat

Kamis , 03 Jun 2021, 17:52 WIB Reporter :Bayu Adji P/ Redaktur : Hiru Muhammad
tampak calon haji di Tasikmalaya tahun 2019
tampak calon haji di Tasikmalaya tahun 2019

IHRAM.CO.ID, TASIKMALAYA--Sekitar 2.000 calon jamaah haji (calhaj) di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya kembali harus menunda rencanya untuk menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Sebab, pemerintah telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada 1442 H/2021 M karena pandemi Covid-19.

 

Terkait

Kepala Subbagian Tata Usaha (Kassubag TU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya, Yayan Herdiana mengatakan, keputusan pemerintah itu sudah final. Pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh kantor bimbingan ibadah haji (KBIH), sehingga informasi terkait pembatalan ibadah haji sampai kepada para calhaj. "Rencananya kita akan kumpulkan para pengurus KBIH pekan depan. Sebab, saat ini kepala kantor sedang di luar kota," kata dia saat dihubungi Republika, Kamis (3/6).

Sosialisasi langsung kepada calhaj dinilai penting untuk dilakukan. Dengan begitu, informasi yang sampai ke calhaj lengkap. Yayan menyebutkan, total calhaj asal Kota Tasikmalaya yang gagal berangkat berjumlah sekitar 700 orang. Para calhaj itu awalnya dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 2020. Namun, karena pandemi Covid-19, pemberangkatan jamaah haji pada 2020 urung dilakukan. Hal serupa kembali terjadi tahun ini. Alhasil, keberangkatan para calhaj harus tertunda selama dua tahun.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada calhaj yang datang langsung ke Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya untuk menanyakan terkait pembatalan keberangkatan jamaah haji. "Tadi saya tunggu tidak ada yang datang," kata dia.

Yayan mengakui, keputusan pemerintah pasti akan menimbulkan pro kontra di kalangan calhaj. Namun, keputusan itu dinilai yang terbaik untuk melindungi para calhaj.

"Karena sampai sekarang belum ada keputusan dari Arab Saudi. Kalau kita terus menungu, tidak akan ada berita pasti. Meskipun nanti Arab Saudi membuka peluang, waktu persiapan tak akan cukup," kata dia.

Ia mengimbau, para calhaj yang batal menunaikan ibadah haji pada tahun ini untuk tetap tenang. Keputusan pembatalan pemberangkatan jamaah haji pasti sudah dipertimbangkan dengan matang.  "Saya kira menjaga kesehatan harus lebih penting. Pak Menteri juga membuat keputusan dengan matang dengan berbagai pertimbangan," kata dia.

Sementara di Kabupaten Tasikmalaya, berdasarkan data Kantor Kemenag setempat, setidaknya ada 1.430 calhaj yang kembali gagal berangkat menunaikan ibadah haji apda tahun ini. Kassubag TU Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Suryana mengatakan, para jamaah itu harusnya berangkat tahun lalu, tapi ditunda, dan tahun ini harus ditunda lagi."Jadi harus menunggu lagi," ujar dia.

Suryana mengaku, pihaknya akan melakukan sosialisasi langsung terkait keputusan itu ke KBIH pada pekan depan. Saat ini, Kantor Kemenag sedang menyiapkan penjelasan teknis yang perlu disampaikan ke KBIH. "Sekarang kita masih rapat terkait teknis untuk meyakinkan masyarakat. Karena pasti akan ada kekhawatiran mengenai uang calob jamaah," kata dia.

Ia meminta para calhaj dapat menerima keputusan yang sudah dibuat pemerintah. Sebab, saat ini pandemi Covid-19 masih melanda seluruh dunia. Karena itu, pembatalan keberangkatan jamaah haji dilakukan demi keselamatan para calhaj."Yang namanya istithaah itu kalau tak ada gangguan apapun. Sekarang kita menghadapi gangguan yang lebih berat, yaitu pandemi. Itu harus disadari," ujar Suryana.

Ia menambahkan, keputusan pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun ini juga tak lepas dari kehendak Allah. Sebab, Pemerintah Indoensia dan Arab Saudi dinilai sudah berupaya maksimal agar ibadah haji bisa berangkat. Namun, menurut dia, ternyata Allah berkehendak lain.

Kendati demikian, Kantor Kemenag, akan tetap melayani kebutuhan para calhaj, termasuk terkait uang yang sudah disetor. Uang para calhaj dipastikan tetap aman.

Namun, Suryana mengatakan, apabila ada calhaj ingin membatalkan dan mengambil uangnya, Kemenag akan melayaninya. "Yang penting masyarakat tak perlu panik. Berdoa saja yang terbaik," kata dia.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini