Luhut: Ada yang tak Suka, tapi China Negara Luar Biasa

Jumat , 11 Jun 2021, 00:32 WIB Reporter :Nashih Nasrullah/ Redaktur : Elba Damhuri
Dalam foto yang dirilis Istana Kepresidenan Indonesia ini, para pekerja membongkar kontainer berisi vaksin virus corona eksperimental yang dibuat oleh perusahaan China Sinovac dari ruang kargo pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Indonesia, Selasa, 12 Jan, 2021.
Dalam foto yang dirilis Istana Kepresidenan Indonesia ini, para pekerja membongkar kontainer berisi vaksin virus corona eksperimental yang dibuat oleh perusahaan China Sinovac dari ruang kargo pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Indonesia, Selasa, 12 Jan, 2021.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menilai meski ada sejumlah pihak yang tidak menyukai China karena berbagai alasan, namun negeri tirai bambu itu merupakan negara yang hebat karena merupakan produsen dua pertiga obat-obatan dunia.

 

Terkait

"Kita kadang-kadang marah mengenai Tiongkok, China. Saya bilang kepada Anda, mereka luar biasa. Dua pertiga obat dunia, pharmaceutical (farmasi) itu diproduksi di Tiongkok," katanya dalam Webinar Optimalisasi Muatan pada Program Penyelenggara Kewajiban Angkutan Barang di Laut (Tol Laut), Kamis (10/6).

Fakta tersebut pun mendorong pemerintah Indonesia untuk bisa mengambil peluang tersebut guna mendukung industri farmasi Tanah Air."Sehingga kemarin kami langsung membuat negosiasi untuk memproduksi (obat) di Indonesia," katanya.

Luhut sejak akhir pekan lalu melakukan kunjungan kerja ke Guiyang, China, untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia-China. Luhut didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wakil Menteri Keuangan Suahasil, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk China Dino R Kusnadi dalam kunjungan tersebut.

Luhut berharap, kerja sama produksi obat itu akan bisa memberi manfaat positif. Dia menuturkan, selama ini banyak negara lain yang maju dan berkembang dengan pesat. Sementara di Indonesia, masyarakat banyak meributkan banyak hal yang tak perlu.

"Kita asyik berkelahi, asyik ribut dan asyik mempertanyakan hal lain, kita jadi jalan di tempat. Saya minta kita manfaatkan peluang ini, untuk kita membuat yang terbaik buat negeri Indonesia yang kita cintai ini," katanya