Raja Abdul Aziz Perintahkan Saudi Produksi Kiswah

Sabtu , 12 Jun 2021, 15:40 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Esthi Maharani
  Proses penggantian kain kiswah Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (30/7).
Proses penggantian kain kiswah Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (30/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Meski Kabah berada di tanah Arab, negara ini bukan sebagai negara pertama yang membuat sarung penutup kabah (kiswah). Menurut Ahmad Rofi Usmani, kiswah, pertama dipersiapkan oleh Raja Himyar, Yaman As'ad Abu Karb Al-Humairi namanya.

 

Terkait

"Kiswah mulai dibuat di Arab Saudi ketika Raja Abdul Aziz memerintahkan agar kiswah dibuat di Makkah," kata Ahmad Rofi Usmani dalam bukunya "Makkah dan Madinah"

Pabrik kiswah di Arab Saudi pertama kali berproduksi pada 1346H/1927M. Sejak itu, Kabah diselimuti kiswah yang dibuat Arab Saudi. Tetapi, pada 1355-1381H/1936-1962M kembali dipasok dari Mesir. Selepas itu, pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka dan mengaktifkan kembali pabrik kiswah lama hingga dibangunnya pabrik kiswah baru pada 1392 H/1972 M.

"Dengan diresmikannya pabrik baru kiswah di Makkah pada 1397H/1977M, sejak saat itulah pabrik ini memproduksi kiswah Ka'bah dan dan menghiasinya dengan sulaman kaligrafi dari benang perak yang disebut emas, kiswah bagian dalam ka'bah dan kiswah pembungkus makam Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Kiswah Ka'bah memiliki berat sekitar 5000 pon dan terdiri dari lima potong. Empat potong untuk menyelimuti sisi-sisi Ka'bah sesuai dengan ukuran masing-masing sisi, dan sepotong lagi untuk menyelimuti pintunya. Di sepertiga bagian atas kiswah erdapat sabuk dengan panjang 45 meter dan lebar 90 sentimeter.

"Sabuk itu dihiasi ayat-ayat Alquran bergaya 'tsulutsi' yang dikitari ornamen-ornamen bersulam timbul dari benang perak yang disepuh emas," katanya.

Selain diselimuti kiswah, di salah satu sudut bangunan Ka'bah terdapat batu hitam berbentuk bulat telur dan bergaris tengah sekitar 18 sentimeter. Itulah Hajar Aswad, seperti diketahui, Hajar Aswad merupakan batu yang menjadi penanda permulaan awal tawaf dan putaran putaran tawaf berikutnya.

"Ada yang mengatakan, asal batu Ini dari gunung Abu Qubais. Ada pula yang mengatakan, batu ini adalah sisa meteor yang jatuh ke bumi," katanya.

Sementara catatan sejarah Islam mengemukakan, batu ini telah menghiasi Ka'bah, ketika Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat sebagai Rasul. Malah, ketika Ka'bah dipugar, beliau yang meletakkan batu ini ke tempatnya. Batu Ini mulai dilapisi perak sejak 140H/757 M, agar tak pecah atas perintah Abu Ja'far al-Mansur, penguasa kedua Dinasti Abbasiyah di Irak.