Saudi Minta Calon Jamaah Haji Bebas Dari Penyakit Kronis

Ahad , 13 Jun 2021, 05:01 WIB Reporter :zainur mahsir ramadhan/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Haji tahun ini akan dibatasi untuk warga dan penduduk di dalam Kerajaan Arab Saudi
Haji tahun ini akan dibatasi untuk warga dan penduduk di dalam Kerajaan Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Arab Saudi telah resmi mengumumkan jika haji 1442 H kembali berlangsung terbatas. Berdasarkan pernyataanya, haji kali ini hanya akan diikuti 60 ribu jamaah haji, yang merupakan warga dan ekspatriat di Saudi dari semua negara.

 

Terkait

Kendati demikian, ditegaskan Pemerintah Saudi, calon jamaah perlu dipastikan dirinya terbebas dari penyakit berat dan menular. "Perlunya status kesehatan orang yang hendak menunaikan haji tahun 1442 Hijriah agar bebas dari penyakit kronis,’’ tulis mereka dalam pernyataan resmi, Sabtu (12/6).

Lebih lanjut, ibadah haji tahun ini juga dibatasi pada kelompok usia 18 hingga 65 tahun dan mendapatkan vaksinasi sesuai instruksi dan prosedur. Dikatakan, kategori imunisasi adalah bagi siapapun yang telah divaksinasi penuh, atau telah menyelesaikan setidaknya satu dosis vaksin dalam 14 hari terakhir, atau sembuh dari infeksi.

Kementerian Haji menambahkan, pendaftaran bagi 60 ribu calon jamaah itu rencananya dilakukan melalui jalur elektronik yang akan diluncurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Tujuannya, demi memastikan ibadah tetap dalam koridor kesehatan, keamanan serta keselamatan, sambil mematuhi kontrol peraturan, standar kesehatan dan persyaratan keamanan di semua tahapan.

‘’Kementerian Haji dan Umrah juga menegaskan bahwa pengaturan ini muncul dari perhatiannya yang terus-menerus terhadap kesehatan, keselamatan dan keamanan para peziarah serta keselamatan mereka,’’ tambahnya. 

Oleh karena itu, pihak mereka akan mengembangkan rencana operasional demi mencapai semua persyaratan dan ketersediaan standar kesehatan. Langkah itu, demi menitikberatkan pada pencegahan dan penerapannya selama ibadah haji berlangsung.

Keputusan membatasi jamaah haji kali ini, dikatakan Kementerian Haji dan Umrah, karena melihat perkembangan yang terus berlanjut dari pandemi Virus Corona. Pertimbangan setiap negara dalam mencapai tingkat vaksinasi, kata mereka, juga menjadi hal pokok, selain dari jumlah infeksi yang berkembang di Saudi.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini