Perempuan Tanpa Wali Bisa Mendaftar Haji Mulai Saat Ini

Senin , 14 Jun 2021, 10:27 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Jamaah haji melakukan wukuf di Arafah.
Jamaah haji melakukan wukuf di Arafah.

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Kerajaan Arab Saudi telah membuka pendaftaran haji tahun ini, pada Ahad (13/6). Kabar barunya, kini perempuan Saudi sudah bisa melakukan haji mandiri tanpa pendampingan dari mahramnya.

 

Terkait

Dilansir dari Arab News, Senin (15/6), Kementerian pemerintah mengatakan bahwa orang dapat mendaftar haji secara online termasuk perempuan tanpa mahram (wali laki-laki). Mereka sudah dapat melakukan pendaftaran haji pada Ahad siang, setelah pemerintah menyatakan akan membatasi jumlah jamaah haji hanya untuk domestik.

 

Pendaftaran dibuka selama 11 hari, sejak 13 Juni hingga 23 Juni pukul 10 malam. Kementerian menyatakan, tidak ada prioritas untuk pendaftar pertama.

 

Kementerian Haji dan Umroh pada musim haji tahun ini, membuka tiga paket pendaftaran. Biaya untuk tiga paket yang disetujui adalah 16.560.50 Riyal atau setara 4.426 dolar AS (Rp 62 juta), 14.381.95 Riyal atau Rp 54,5 juta dan 12.113.95 riyal atau Rp 45,9 juta. PPN akan ditambahkan ke harga setiap paket.

 

Menurut situs web Kementerian Haji dan Umrah, jamaah akan menggunakan bus carter untuk mengantarkan mereka ke tempat-tempat suci. Maksimal per kendaraan, hanya akan diisi oleh 20 orang jamaah.

 

Jamaah juga akan mendapatkan makan tiga kali sehari di Mina dan dua kali makan (sarapan dan makan siang) di Arafah. Mereka akan diberikan makan malam di Muzdalifah.

 

Layanan makanan dan minuman lainnya akan tersedia, tetapi jamaah tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar Makkah.

 

Aplikasi akan melalui lima tahap. Ini termasuk calon peziarah meninjau dan mengisi informasi kesehatan dan memberikan rincian pribadi berdasarkan surat-surat resmi mereka. Setelah itu, sistem akan memverifikasi kelayakan pemohon haji berdasarkan data yang diberikan oleh Pusat Informasi Nasional.

 

Setelah aplikasi diterima, pemohon akan diberikan nomor registrasi untuk pertanyaan lebih lanjut. Setelah memastikan status Covid-19 pemohon kebal sepenuhnya, kebal dengan dosis pertama, atau kebal setelah pemulihan, maka pesan teks dengan detail pembayaran akan dikirim.

 

Kementerian mengatakan bahwa mendaftar haji tidak berarti izin haji akhir telah diberikan.

 

“Izin haji hanya akan dikeluarkan setelah aplikasi ditemukan memenuhi semua kondisi dan peraturan kesehatan wajib,” tambahnya.

 

"Kementerian berhak menolak permintaan setiap saat, jika ditemukan melanggar peraturan penyelenggara," kata Kementerian.

 

Sebelum permohonan izin haji dapat dikirim, semua pemohon harus menyatakan bahwa mereka tidak melakukan haji dalam lima tahun terakhir, mereka tidak menderita penyakit kronis, dan tidak terinfeksi COVID-19. Calon jamaah juga harus mengakui, bahwa mereka belum pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit kronis atau untuk perawatan dialisis dalam enam bulan terakhir.

 

Pada hari Sabtu diumumkan bahwa 60.000 peziarah akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini, yang dimulai pertengahan juli.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini