Varian Virus India Dominasi Covid di Jakarta-Kudus-Bangkalan

Senin , 14 Jun 2021, 19:00 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Varian Virus India Dominasi Covid di Jakarta-Kudus-Bangkalan. Anggota TNI berjaga di Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) TNI AD di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/6/2021). Rumkitlap TNI AD tersebut mampu menampung sekitar 80 orang dengan empat ruang ICU yang disiapkan untuk mengantisipasi datangnya pasien COVID-19 dari Kudus.
Varian Virus India Dominasi Covid di Jakarta-Kudus-Bangkalan. Anggota TNI berjaga di Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) TNI AD di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/6/2021). Rumkitlap TNI AD tersebut mampu menampung sekitar 80 orang dengan empat ruang ICU yang disiapkan untuk mengantisipasi datangnya pasien COVID-19 dari Kudus.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi varian virus Covid-19, yaitu B1617.2 dari India banyak ditemukan di Jakarta, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

 

Terkait

"Beberapa daerah seperti Kudus, kemudian DKI Jakarta dan juga di Bangkalan memang sudah terkonfirmasi varian deltanya atau B 1617.2 atau juga varian dari India ini yang mendominasi," katanya di Kantor Presiden Jakarta, Senin (14/6).

Baca Juga

Dengan perkembangan tersebut, Budi berharap akselerasi vaksinasi dapat dipercepat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo. "Karena ini penularannya lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan. Akselerasi vaksinasi agar dipercepat, Presiden Jokowi meminta agar 700 ribu vaksinasi per hari bulan ini bisa disentuh," katanya.

Selanjutnya, target satu juta vaksinasi per hari pada Juli 2021 juga diminta agar dapat dilaksanakan. "Untuk itu beliau sudah menugaskan TNI dan Polri untuk mendampingi bersama-sama dengan vaksinasi program melalui pemerintah daerah untuk bisa melakukan vaksinasi sampai 400 ribu per hari sehingga 600 ribu per hari akan melalui jalur pemerintah daerah, sedangkan 400 ratus ribu per hari akan dilakukan melalui jalur TNI dan Polri," katanya.

Budi menyatakan Presiden Jokowi mengarahkan agar Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga dapat dilakukan) dengan benar. "Karena memang banyak, aturannya sudah baik untuk daerah merah, oranye, kuning tapi implementasi di lapangannya yang perlu disiplinkan. Beliau menugaskan Panglima TNI dan Kapolri untuk memastikan implementasi di lapangan sesuai dengan yang sudah dirumuskan," katanya.

Penegakan protokol kesehatan terutama dilakukan untuk kegiatan pariwisata yang berkerumun dan makan bersama. Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 14 Juni 2021, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 8.189 kasus sehingga totalnya mencapai 1.919.547 kasus. Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 6.143 orang menjadi 1.751.234 orang dan pasien meninggal dunia bertambah 237 orang sehingga totalnya 53.116 orang telah meninggal.

Sedangkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Indonesia sampai Senin (14/6) pukul 12.00 WIB mencapai 20.424.048 orang atau bertambah 265.111 dibanding hari sebelumnya. Sementara jumlah warga yang sudah mendapat suntikan pertama dan kedua atau dosis lengkap adalah sebanyak 11.615.862 orang atau bertambah 47.419 dibanding sehari sebelumnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini