Petani Tembakau tak Menghendaki Anaknya Merokok

Jumat , 18 Jun 2021, 15:30 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Petani Tembakau tak Menghendaki Anaknya Merokok. Foto: Seorang petani merawat tanaman tembakau jenis Kemloko di perladangan lereng gunung Sindoro, Bansari, Temanggung, Jateng, Jumat (28/5/2021). Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung mencatat luas lahan tanaman tembakau di lereng gunung Sindoro, Sumbing dan Prahu pada masa tanam 2021 mencapai sekitar 14.000 hektare dan diperkirakan terus bertambah.
Petani Tembakau tak Menghendaki Anaknya Merokok. Foto: Seorang petani merawat tanaman tembakau jenis Kemloko di perladangan lereng gunung Sindoro, Bansari, Temanggung, Jateng, Jumat (28/5/2021). Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung mencatat luas lahan tanaman tembakau di lereng gunung Sindoro, Sumbing dan Prahu pada masa tanam 2021 mencapai sekitar 14.000 hektare dan diperkirakan terus bertambah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Hasil kajian Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) saat ini petani penghasil tembakau di Indonesia saat ini sejumlah 526.389 keluarga atau setara 2,6 juta orang. Jumlah anak-anak petanipun masuk dalam golongan prevalensi merokok di kalangan remaja dan anak yang mencapai lebih dari 8 persen.

 

Terkait

Ketua MTCC UMMagelang Retno Rusdjijati mengatakan, meski riset MTCC Unimma menunjukkan bahwa petani tidak menghendaki anak-anak mereka menjadi perokok. Namun gempuran iklan dan kurangnya kebijakan pengendalian tembakau melemahkan keinginan ini.

Baca Juga

Meski demikian anak petani tembakau berani berhenti merokok. Karena selain resiko kesehatan, banyak aspek pertanian tembakau di Indonesia yang menimbulkan resiko signifikan bagi kesehatan dan keselamatan anak-anak petani tembakau.

"Beberapa anak yang diwawancarai melaporkan gejala masalah pernapasan, gangguan kulit dan iritasi mata saat bekerja di pertanian tembakau," kata Retno Rusdjijati, melalu keterangan tertulisnya kepada Republika, Rabu (16/6).

Oleh karenanya, pada peringatan HTTS kali ini, MTCC UNIMMA

mengangkat tekad anak-anak petani tembakau sebagai wakil generasi muda di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Mereka dilibatkan sebagai bagian dari gerakan commit to quit.

"Meraih komitmen 5 juta perokok untuk berhenti merokok dan mengajak seluruh komponen masyarakat mendukung komitmen berhenti merokok," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini