Arab Saudi Perbarui Protokol Kesehatan di Masjid

Senin , 21 Jun 2021, 11:34 WIB Reporter :Kiki Sakinah / Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Petugas keamanan wanita dari Pasukan Keamanan Khusus Arab Saudi
Petugas keamanan wanita dari Pasukan Keamanan Khusus Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Pemerintah Arab Saudi memperbarui protokol kesehatan di masjid-masjid di seluruh Kerajaan sehubungan dengan perkembangan pandemi virus corona. Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Saudi mengeluarkan surat edaran yang merinci perubahan tersebut.

 

Terkait

Dalam surat edaran tersebut diterangkan warga harus memperhatikan semua tindakan pencegahan, termasuk menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, menghindari kerumunan saat masuk dan meninggalkan masjid, serta menjaga jarak satu setengah meter antar jamaah.

Dilansir di Arab News, Senin (21/6), pihak berwenang mencabut ketentuan untuk meninggalkan baris kosong di antara setiap dua baris dan mengurangi periode waktu antara adzan dan iqamah. Masjid harus mematuhi waktu yang telah disetujui sebelumnya, yakni 20 menit untuk semua sholat wajib (lima waktu), 25 menit untuk sholat Subuh, dan 10 menit untuk sholat Maghrib.

Kementerian menambahkan, bahwa masjid akan dibuka untuk sholat Jumat satu jam sebelum adzan dan ditutup 30 menit setelah sholat. Surat edaran tersebut telah menghapus batasan durasi khutbah dan sholat Jumat menjadi 15 menit, namun tetap membuat khutbah sesingkat mungkin.

Selain itu, pihak berwenang mencabut keputusan untuk menarik salinan Alqur'an dari masjid dan mengimbau jamaah untuk membawa Alquran mereka sendiri. Selanjutnya, pemerintah mengizinkan ceramah dan pelajaran di masjid sembari mengikuti prosedur jarak sosial, serta membatalkan arahan sebelumnya untuk melepaskan pendingin air dan lemari es dari masjid.

Kementerian mengimbau semua orang untuk mematuhi protokol kesehatan terbaru dari Otoritas Kesehatan Masyarakat dan agar menindaklanjuti pembaruan di tautan elektronik: https://covid19.cdc.gov.sa/ar/mosques.

Kementerian juga meminta semua orang untuk kooperatif dan melaporkan setiap pelanggaran protokol kesehatan dengan menghubungi 1933, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah.

Sementara itu, pemerintah Saudi juga memerintahkan pembukaan Masjid Quba, mulai Ahad (20/6), untuk memungkinkan jamaah sholat di masjid tersebut sepanjang hari. Namun, kementerian tetap mengingatkan agar mengurangi kepadatan, terutama di pintu masuk dan halaman masjid.

Kementerian menegaskan kembali pentingnya mematuhi tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menekankan jamaah dan pengunjung untuk bekerja sama dengan otoritas terkait dalam memerangi pandemi. Pemerintah Saudi menekankan bahwa kepatuhan semua orang terhadap protokol adalah cara untuk tetap aman. Selain itu, dikatakan bahwa mengikuti peraturan adalah tuntutan yang sah dan sebuah tugas nasional.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini