Dinkes Jatim: Varian Baru Sudah Tersebar di Tiga Daerah

Selasa , 22 Jun 2021, 14:36 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Dinkes Jatim: Varian Baru Sudah Tersebar di Tiga Daerah. Petugas medis berkomunikasi di ruang isolasi COVID-19 RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (21/6/2021). Dalam sepekan terakhir terjadi lonjakan kasus aktif positif COVID-19 dari dua orang menjadi 48 orang di Pamekasan serta lima orang meninggal dunia dengan gejala mirip varian yang menyebar di Kudus dan Bangkalan.
Dinkes Jatim: Varian Baru Sudah Tersebar di Tiga Daerah. Petugas medis berkomunikasi di ruang isolasi COVID-19 RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (21/6/2021). Dalam sepekan terakhir terjadi lonjakan kasus aktif positif COVID-19 dari dua orang menjadi 48 orang di Pamekasan serta lima orang meninggal dunia dengan gejala mirip varian yang menyebar di Kudus dan Bangkalan.

IHRAM.CO.ID, GRESIK -- Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana menyebutkan kasus baru Covid-19 varian B16172 Delta atau varian India telah tersebar dan ditemukan menginfeksi pasien di tiga daerah, yakni Bangkalan, Bojonegoro, dan Sampang.

 

Terkait

"Untuk terbanyak di Bangkalan, lalu Bojonegoro dan Sampang," kata Herlin, saat ditemui usai menghadiri acara vaksinasi pencanangan introduksi imunisasi PVC di Pendopo Alun-Alun, Kabupaten Gresik, Selasa (22/6). 

Baca Juga

Ia tidak menyebutkan secara rinci jumlah atau angka pasien di masing-masing wilayah. Ia menekankan upaya memaksimalkan pencegahan di level hulu atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Kami berharap dengan upaya itu nanti di level hilir tidak kelabakan sehingga rumah sakit juga tidak penuh seperti sekarang," kata Herlin kepada wartawan.

Ia mengatakan tingkat keterisian atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di ruang Intensive Care Unit (ICU) sudah sangat tinggi, yakni 73 persen. "Kami masih terus memantau sampai seberapa tinggi penambahan jumlah kasus. Sebab, teorinya jika BOR sudah di atas 60 persen, maka harus menambah 30 persen tempat tidur, dan jika di atas 80 persen, harus menambah 40 persen tempat tidur dan rumah sakit lapangan," katanya.

Jatim sebelumnya juga telah mengubah area kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sisi Madura menjadi Rumah Sakit Lapangan, Bangkalan untuk merawat pasien Covid-19. Pelaksana Harian Sekdaprov Jatim Heru Thahjono mengatakan pengubahan tersebut ditandai dengan penambahan kapasitas tempat tidur (bed) dan sejumlah fasilitas di area yang berlokasi di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Tak hanya itu, di area tersebut Pemprov Jatim juga akan menyediakan kafe gratis bagi para pasien, tempat olah raga, ruang rapat VIP, asrama tenaga kesehatan, dan tempat layanan administrasi. Bahkan, pengubahan dan perluasan area rumah sakit lapangan tidak hanya memanfaatkan Gedung Pusat Informasi, tapi juga sejumlah tempat kuliner di sekitar area kantor BPWS.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini