Saat Sang Wali tak LIhat Apapun di Kabah Kecuali Allah SWT

Rabu , 23 Jun 2021, 23:03 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Sang wali berhaji berulang kali dan hanya melihat Allah SWT. Kabah (Ilustrasi)
Sang wali berhaji berulang kali dan hanya melihat Allah SWT. Kabah (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Seorang wali Allah SWT akan melihat suatu tidak bisa dilihat oleh orang pada umumnya karena ilmu hikmah yang dimilikinya. 

 

Terkait

Menjadi hal Allah memberikan hikmah kepada siapa saja yang Allah kehendaki sesuai firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 269.

Baca Juga

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ "Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Alquran dan sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."

Hikmah tesebut seperti pernah dialami  sorang tokoh sufi dan wali besar, Abu Yazid Al Bustami namanya. Dikisahkan Mokh Syaiful Bakhri dalam bukunya berjudul Belum Haji Sudah Mabrur" bahwa Abu Yazid tidak melihat apa-apa ketika berhaji kecuali Allah SWT. 

Suatu saat Abu Yazid pergi naik haji ke Makkah, pada saat haji kali pertama dia menangis, karena dia tak melihat orang-orang juga melaksanakan haji. Karena hal itulah dia sedih dan berkata kepada kerabatnya. "Aku belum berhaji karena aku hanya melihat batu-batuan Kabah.  

Penasaran dengan haji kali pertamanya tak melihat apa-apa kecuali hanya Kabah, dia pun pergi haji pada kesempatan berikutnya. Sepulang dari Makkah, Abu Yazid kembali menangis dan berkata kepada sahabatnya. "Aku masih belum berhaji, karena yang kelihatan hanya rumah Allah dan Pemiliknya."

Namun, pada haji yang ketiga Abu Yazid merasa telah menyempurnakan hajinya. Karena kali ini dia yakin apa yang dilihat pada saat haji pertama dan kedua merupakan hikmah yang diberikan Allah kepadanya. "Aku tak melihat apa-apa kecuali Allah SWT." 

Terkait hal ini Mokh Syaiful Bakhri mengutip hadits Rasulullah SAW. "Masa antara satu ibadah umroh dan umroh lainnya adalah masa kafarah (penghapus) bagi dosa dan kesalahan yang terjadi antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada ganjalan kecuali surga."  

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini