Kamis 24 Jun 2021 15:37 WIB

Ethiopia: Tak Ada Warga Sipil Tewas dalam Serangan di Tigray

Saksi mata dan medis menyebut 43 orang tewas dalam serangan udara di Tigray

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini
Militer Ethiopia, ilustrasi
Foto: AP/Ethiopian News Agency
Militer Ethiopia, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA, -- Juru bicara militer Ethiopia mengatakan hanya kombatan yang tewas dalam serangan udara ke wilayah Tigray pekan lalu. Pada Kamis (24/6), Kolonel Getnet Adane mengatakan tidak ada warga sipil yang tewas dalam serangan tersebut.

Saksi mata dan petugas medis mengatakan serangan udara yang digelar di Kota Tagogon itu setidaknya menewaskan 43 orang. Hal itu disampaikan satu hari setelah warga mengatakan beberapa hari terakhir pertempuran di utara Ibukota Provinsi Mekelle kembali pecah.  

Baca Juga

Seorang perempuan mengatakan sebuah bom menghantam pasar sekitar Selasa (23/6) pukul 13.00. Ia mengatakan suami dan putrinya yang berusia dua tahun terluka dalam serangan tersebut.

"Kami tidak lihat pesawatnya tapi kami mendengarnya, ketika ledakan terjadi, semua orang lari, beberapa waktu kemudian kami kembali dan kami mencoba mengangkat yang terluka," kata perempuan itu, Rabu (23/6).

Mengutip saksi mata dan petugas pertolongan pertama, seorang petugas medis mengatakan puluhan orang tewas dalam serangan ini. Juru bicara militer Ethiopia Kolonel Getnet Adane tidak mengkonfirmasi atau membantah serangan itu.

Ia mengatakan serangan udara taktik yang biasanya digunakan militer dan pasukan Ethiopia tidak mengincar warga sipil. Tiga orang petugas medis lainnya mengatakan militer mencegah ambulan masuk ke lokasi kejadian.

Salah satu petugas medis mengatakan sekitar 20 petugas medis di enam mobil ambulan berusaha mencapai yang terluka. Tapi tentara menghentikan mereka di pos penjagaan.

"Mereka memberitahu kami kami tidak bisa pergi ke Toboga, di pos penjagaan kami bertahan selama lebih dari satu jam untuk bernegosiasi, kami memiliki surat dari biro kesehatan, kami menunjukkan pada mereka, tapi mereka mengatakan itu perintah," katanya. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement