Rabu 07 Jul 2021 13:36 WIB

Wapres: Selesaikan Hambatan Perbankan Syariah

Tantangan yang hambat pertumbuhan bisnis perbankan syariah segera diselesaikan

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani
 Wakil Presiden Maruf Amin
Foto: Dok KIP/Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai sektor ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu sumber perekonomian baru nasional di masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, ia meminta agar tantangan yang menghambat akselerasi pertumbuhan bisnis perbankan syariah segera diselesaikan.

"Perbankan Syariah Indonesia masih terus menunjukkan pertumbuhan positif. Meskipun masih terdapat beberapa isu strategis serta tantangan yang masih perlu diselesaikan," kata Wapres saat memberi keynote speaker di acara PT Bank Aladin Syariah, Rabu (7/7).

Wapres menyebutkan Kajian Transformasi Perbankan Syariah yang disusun Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2018, terdapat beberapa isu strategis yang masih menghambat akselerasi pertumbuhan bisnis perbankan syariah. antara lain: belum adanya diferensiasi model bisnis yang signifikan; kualitas dan kuantitas SDM yang kurang optimal; rendahnya tingkat literasi dan inklusi; dan

layanan perbankan Syariah yang kurang kompetitif jika dibandingkan produk dan layanan perbankan konvensional.

Karena itu, ia menilai beberapa solusi yang dapat menjawab penetrasi pasar perbankan Syariah saat ini.

"Antara lain: pentingnya generasi milenial untuk masuk ke pasar perbankan Syariah, penyediaan produk dan layanan perbankan syariah yang kompetitif, distribusi kanal digital agar lebih mudah diakses masyarakat, produk yang menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat sehari-hari, kemudahan transaksi dan interaksi untuk nasabah, dan jaringan mitra yang luas," kata Wapres.

Wapres menilai Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, karena penduduk yang mayoritas muslim. Potensi tersebut tidak hanya untuk lingkup dalam negeri saja namun juga merambah hingga tingkat dunia.

Selain keunggulan dari segi kuantitas, kata dia, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia juga didukung oleh meningkatnya halal awareness pada kelompok masyarakat kelas menengah dan generasi milenial.

"Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya permintaan terhadap produk maupun jasa sesuai dengan nilai-nilai syariah yang diyakini, termasuk didalamnya penggunaan jasa keuangan syariah," ungkapnya.

Selain itu, Wapred menekankan produk layanan ekonomi dan keuangan syariah bermanfaat bagi masyarakat muslim maupun yang non-muslim. Karena dibangun berdasarkan prinsip-prinsip syariah dan merupakan pilihan rasional bagi setiap masyarakat baik muslim maupun yang non-muslim.

"Sehingga ekonomi dan keuangan syariah bersifat inklusif dan universal sesuai ajaran islam yakni Rahmatan Lil Alamin," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement