Pasar tradisional di Yogyakarta Rutin Disemprot Disinfektan

Jumat , 09 Jul 2021, 21:45 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Wara melintas di area kios yang ditutup di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Ahad (4/7/2021). Toko non esensial di Pasar Beringharjo seperti batik, suvenir maupun kerajinan ditutup sementara selama PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali yang berlaku hingga 20 Juli mendatang untuk menekan penyebaran COVID-19.
Wara melintas di area kios yang ditutup di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Ahad (4/7/2021). Toko non esensial di Pasar Beringharjo seperti batik, suvenir maupun kerajinan ditutup sementara selama PPKM Darurat di Pulau Jawa-Bali yang berlaku hingga 20 Juli mendatang untuk menekan penyebaran COVID-19.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penyemprotan disinfektan secara rutin dilakukan di pasar tradisional yang menjual bahan kebutuhan pokok untuk mencegah penularan Covid-19."Kami sudah meminta seluruh pasar agar rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari sebagai upaya bersama untuk mencegah penularan COVID-19," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yoyakarta, Jumat (9/7).

 

Terkait

Bahkan kegiatan penyemprotan disinfektan di pasar tradisional bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar seperti yang dilakukan di Pasar Kotagede sesuai usulan kecamatan setempat."Jika memang dibutuhkan, kegiatan penyemprotan disinfektan bisa dilakukan dengan melibatkan instansi lain, yaitu dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang memiliki fasilitas lebih baik," katanya.

Baca Juga

Penyemprotan disinfektan di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta dengan melibatkan instansi lain tersebut juga sempat dilakukan di awal masa pandemi COVID-19 yang kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan secara berkala oleh paguyuban pedagang di masing-masing pasar.

"Harus ada upaya dan kesadaran bersama untuk mencegah penularan di pasar tradisional. Pedagang pun diminta mematuhi aturan yang sudah ditetapkan selama PPKM Darurat diberlakukan," katanya.